Seorang traveler membagikan pengalaman viralnya terkena jebakan Batman saat menginap di hotel. Barang-barang yang dia kira gratis, ternyata harus dibayar.
Seorang tamu hotel baru-baru ini viral setelah mengira barang-barang di kamar sebagai fasilitas gratis atau complimentary, ternyata dikenakan biaya tambahan yang cukup menguras kantong.
Jaden Warren, dalam sebuah video TikTok yang viral, mengaku terkejut saat mendapati barang-barang kamar mandi di hotel Thompson San Antonio - Riverwalk by Hyatt yang dia inapi ternyata tidak gratis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warren menceritakan bahwa awalnya ia sangat antusias melihat produk mewah seperti shower steamer dan masker wajah yang tertata rapi di kamar mandi hotel.
Namun, kegembiraan itu sirna setelah ia menemukan daftar menu minibar yang tersembunyi di balik produk-produk tersebut.
Warren merasa keberatan dengan pihak hotel karena produk penunjang kegiatan mandi tersebut diletakkan sedemikian rupa sehingga menyerupai perlengkapan mandi standar yang biasanya gratis.
Dilansir dari Fox News, menurut dia, daftar harga diletakkan di bagian belakang, sehingga tidak langsung terlihat oleh tamu saat pertama kali masuk.
Warren berargumen bahwa penataan ini sangat membingungkan karena tamu terbiasa mendapatkan perlengkapan mandi secara cuma-cuma.
Insiden ini memicu perbedaan pendapat di kalangan pakar industri perjalanan. Lee Abbamonte, pakar perjalanan asal New York, menyebut praktik ini "menjengkelkan dan sangat umum."
Menurutnya, hotel terkadang sengaja bersikap sedikit menipu dengan menaruh produk jualan di luar kulkas minibar. "Praktik menipu kini seolah diterima, dan harga tinggi bahkan lebih diterima lagi," sindirnya.
Sarah Dandashy, pakar perhotelan dari California, memiliki sudut pandang berbeda. Ia menekankan bahwa hotel tetap menyediakan sabun dan sampo standar secara gratis.
"Produk seperti masker wajah dan bath bomb adalah upgrade mewah yang jarang disediakan hotel standar. Tamu tidak ditagih untuk barang dasar, mereka diberikan akses ke produk premium," jelasnya. Ia berpendapat solusinya adalah komunikasi yang lebih jelas, bukan kemarahan.
Video tersebut memancing ribuan komentar dari netizen yang memiliki pengalaman serupa. Banyak yang merasa kebijakan ini bisa merusak reputasi hotel dalam jangka panjang.
"Tagihan tak terduga senilai US$35 untuk sabun tangan akan memastikan saya tidak akan pernah menginap di sana lagi," tulis seorang netizen.
Netizen lain menceritakan pengalaman menginap di hotel seharga Rp5 juta per malam yang tetap menagih biaya untuk kopi instan dan teh celup di kamar.
"Bisnis tidak pernah belajar. Satu kali tagihan licik bisa membuat tamu pergi selamanya dan memberi tahu teman atau keluarga untuk menghindari tempat tersebut," tulis netizen lain.
--------
Artikel ini telah tayang di CNN Indonesia.










































