Thailand mempercepat pengembangan pemandian air panas alami sebagai destinasi wisata kesehatan dunia. Negara tersebut persiapkan 118 titik sumber air panas.
118 titik sumber air panas yang tersebar dari utara hingga selatan yang dinilai menjadi kekuatan utama untuk menarik wisatawan mancanegara.
Dilansir dari The Nation, Rabu (29/4/2026) Kementerian Kesehatan Thailand melalui Departemen Pengobatan Tradisional dan Alternatif menyebut, sumber air panas ini tidak hanya menawarkan relaksasi, tetapi juga memiliki kandungan mineral yang berpotensi mendukung terapi kesehatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenisnya beragam, mulai dari sulfur, saline, hingga natrium bikarbonat, dengan manfaat seperti membantu sirkulasi darah, meredakan nyeri, hingga menyehatkan kulit. Sejumlah riset juga menunjukkan dampak positif berendam air panas.
Pasien osteoartritis lutut yang berendam pada suhu 37-39 derajat Celsius dilaporkan mengalami penurunan nyeri dan peningkatan fungsi sendi. Perbaikan juga terlihat pada penderita penyakit kulit, serta penurunan risiko tekanan darah tinggi pada lansia.
Salah satu lokasi unggulan adalah San Kamphaeng Hot Springs di Chiang Mai yang dikembangkan sebagai pusat hidroterapi berstandar internasional. Suhu air di lokasi ini bisa mencapai 105 derajat Celsius, dengan kandungan mineral seperti zinc, tembaga, mangan, dan magnesium.
Pemerintah Thailand bersama sejumlah lembaga telah menandatangani kerja sama untuk menjadikan kawasan ini sebagai model nasional wisata kesehatan sekaligus mendorong ekonomi lokal. Program pelatihan, termasuk kursus pijat tradisional selama 450 jam, juga disiapkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat.
Selain itu, pengembangan produk kesehatan berbasis air mineral juga dilakukan, termasuk melalui merek 'SANN by GPO' yang mencakup produk perawatan tubuh dan rambut. Peluncurannya dijadwalkan pada September 2026.
Di Krabi, Khlong Thom Saltwater Hot Spring menjadi sorotan karena termasuk salah satu dari sedikit pemandian air panas air asin di dunia. Kandungan mineralnya disebut dapat membantu melancarkan peredaran darah, menurunkan tekanan darah, dan meredakan peradangan sendi.
Meski demikian, pemerintah mengingatkan adanya risiko kesehatan, paparan suhu tinggi dapat memicu peningkatan tekanan darah hingga heatstroke. Kelompok berisiko seperti penderita hipertensi, diminta memeriksa kondisi sebelum berendam dan menjaga kecukupan cairan tubuh.
Menteri Kesehatan Thailand Pattana Promphat menegaskan pengembangan ini diarahkan untuk mendorong wisata kesehatan berkelanjutan.
"Kementerian Kesehatan telah melakukan survei di sejumlah lokasi dan bekerja sama dengan Jepang untuk meneliti kandungan air panas. Hasilnya akan menjadi panduan pengembangan standar perawatan kesehatan dan pariwisata," ujarnya.
(upd/wsw)












































Komentar Terbanyak
Bisa-bisanya Predator Seks Pati Ngaku Lagi Jalani Ritual di Makam Raden Gunungsari
Pesawat Garuda Berputar-putar 4,5 Jam di Langit India, Terhalang Uji Coba Rudal
Pendakian Berujung Maut di Gunung Dukono, Polisi Soroti Dugaan Kelalaian Guide