Harga Tiket Pesawat Naik, Banyak Turis Batal Liburan ke NTB

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Harga Tiket Pesawat Naik, Banyak Turis Batal Liburan ke NTB

Sui Suadnyana, Ahmad Viqi - detikTravel
Sabtu, 02 Mei 2026 13:09 WIB
Turis asing tengah berlibur di Gili Trawangan, Lombok Utara, NTB, beberapa waktu lalu. (Nathea Citra/detikBali)
Turis asing tengah berlibur di Gili Trawangan, Lombok Utara, NTB (Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Gara-gara harga tiket pesawat yang naik kelewat mahal, banyak wisatawan membatalkan rencana liburan mereka ke Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia, mengakui adanya fenomena pembatalan liburan tersebut. Kenaikan harga tiket pesawat menuju dan dari Bandara Internasional Lombok ditengarai jadi salah satu faktor penyebabnya.

Informasi itu dia peroleh dari sejumlah agen perjalanan, terutama untuk wisatawan yang menggunakan jalur penerbangan dengan transit di Timur Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenaikan tarif penerbangan domestik oleh pemerintah pusat yang mencapai sekitar 13% pada April 2026 membuat harga tiket kian tidak bersahabat. Bahkan, untuk rute Jakarta-Lombok, harga tiket dilaporkan hampir menyentuh Rp 4 juta.

"Ya kami dapat informasi dari beberapa travel agent, sehubungan dengan dinamika geopolitik ini ada beberapa yang suspendlah gitu kan, khususnya yang melalui transit jalur Timur Tengah itu, seperti Dubai, Qatar," ujar Aulia, Rabu (29/4).

ADVERTISEMENT

Meski begitu, Aulia tidak mengetahui detail jumlah wisatawan yang membatalkan atau menunda liburan di sejumlah destinasi NTB. Namun, kondisi ini tidak semata dipicu oleh kenaikan harga tiket pesawat, tetapi juga faktor konektivitas penerbangan internasional yang terdampak situasi global, terutama yang melalui jalur udara di Timur Tengah.

Aulia belum melihat dampak signifikan terhadap angka kunjungan wisatawan secara keseluruhan. Meski sejumlah destinasi diakuinya relatif sepi, hal itu dianggap lumrah terjadi, terlebih pada periode low season.

"Masih belum berdampaklah kalau untuk saat ini kelihatan karena ini kan posisinya juga lagi low season ini sekarang," jelas Aulia.

Pemerintah NTB, tutur Aulia, mencatat adanya kebijakan insentif dari pusat berupa penurunan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tiket pesawat selama periode April hingga Juni 2026. Kebijakan ini diharapkan mampu menekan harga tiket agar lebih terjangkau.

"Ya mudah-mudahanlah ya kita berharaplah tiket ini bisa lebih bersahabatlah untuk para wisatawan untuk ke sini," tutur Aulia.

Di tengah kondisi tersebut, pelaku pariwisata di NTB disebut masih mampu bertahan dengan strategi masing-masing. Aulia juga menegaskan target kunjungan wisatawan ke NTB sebesar 2,5 juta orang pada 2026 tetap dipertahankan.

Aulia optimistis tren kunjungan akan meningkat saat memasuki high season dalam beberapa bulan ke depan. Karena, sejumlah event pariwisata yang akan digelar juga diharapkan mampu menjadi penopang kunjungan wisatawan.

---------

Artikel ini telah naik di detikBali.




(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads