Punya Potensi Pariwisata Besar, Kenapa Bangladesh Sulit Menarik Wisatawan?

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Punya Potensi Pariwisata Besar, Kenapa Bangladesh Sulit Menarik Wisatawan?

Nyimas Amrina Rosada - detikTravel
Sabtu, 02 Mei 2026 21:31 WIB
Harimau Bengal Taman Nasional Sundarbans
Ilustrasi Bangladesh (BBC Travel)
Dhaka -

Bangladesh memiliki sejumlah potensi pariwisata yang sangat menarik dari kebun teh sampai pantai indah, namun negara ini kesulitan menarik wisatawan. Kenapa?

Bangladesh merupakan salah satu negara yang terletak di Asia Selatan. Negara ini memiliki potensi pariwisata yang besar dan luar biasa. Tapi mengapa belum banyak dinotice wisatawan?

Mengutip CNN, Sabtu (2/5/2026), Bangladesh memiliki hutan bakau yang luas, perbukitan yang dipenuhi hamparan perkebunan teh, hingga pantai-pantai yang indah. Namun, negara ini belum banyak dilirik oleh wisatawan mancanegara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dewan Pariwisata Bangladesh mencatat, pada tahun 2024 negara ini hanya dikunjungi 650 ribu wisatawan internasional. Angka ini jauh berada di bawah negara tetangga seperti India dan Sri Lanka.

Situasi ini terjadi karena kebanyakan wisatawan memiliki persepsi yang tidak baik terkait Bangladesh itu sendiri. CNN mencatat sejak tahun 2024 hingga 2025 terjadi pergolakan politik yang memancing pemberontakan di masyarakat. Hal ini membuat kesan Bangladesh di mata wisatawan mancanegara tercoreng.

ADVERTISEMENT

Pernyataan tersebut juga disampaikan oleh Jim O'Brien, direktur Native Eye Travel, sebuah perusahaan tur Bangladesh yang sudah beroperasi sejak tahun 2017. Dalam keterangannya, O'Brien mengatakan bahwa persepsi wisatawan terhadap ancaman di Bangladesh menggeser keberagaman dan keindahan pariwisata yang ditawarkannya.

"Saya rasa ada asosiasi bawah sadar antara negara ini dengan bencana alam. Kita hanya mendengar informasi tentang negara ini karena alasan yang salah," ujarnya dilansir CNN.

Perspektif Negatif Tentang Bangladesh

Perspektif buruk yang diketahui publik mengenai Bangladesh ini membuat potensi wisata di negara tersebut tergeser. Perhatian publik lebih banyak menyoroti informasi mengenai kericuhan yang terjadi di Bangladesh, lebih parah negara ini beberapa kali diinformasikan mengalami bencana alam seperti banjir, dll.

Fenomena seperti ini membuat nama Bangladesh kian buruk bagi turis mancanegara, padahal Bangladesh memiliki banyak potensi pariwisata yang menarik untuk dikulik.

Salah seorang traveler asal Inggris, Anand Patel, membagikan pengalamannya ketika memilih Bangladesh sebagai destinasi yang ingin dikunjunginya. Patel menjelaskan beberapa kenalan mempertanyakan kenapa ia memilih Bangladesh sebagai destinasi berlibur.

Patel menjelaskan bahwa kebanyakan orang mengenal Bangladesh sebagai negara produsen tekstil juga negara dengan banyaknya bencana alam dan pemberontakan.

"Reputasi Bangladesh di Barat adalah sebagai negara produsen, terutama tekstil, dan hanya menjadi berita ketika terjadi banjir atau pemberontakan. Ini adalah perspektif negatif yang membuat negara ini kurang dikenal sebagai tujuan wisata," jelasnya.

Padahal Bangladesh tidak hanya soal negara produsen semata, negara ini memiliki keindahan alam dan potensi pariwisata yang masih belum terjamah.

Direktur Dhaka Tour Guides, Kawsar Ahmed Milon, mengatakan citra negara di mata dunia masih menjadi penghalang. Orang luar menganggap Bangladesh sebagai dunia ketiga yang tidak terorganisir sehingga tidak direkomendasikan untuk dikunjungi.

"Orang-orang memandang Bangladesh sebagai negara dunia ketiga, sebuah negara yang tidak terorganisir dan bukan tempat yang baik untuk dikunjungi," ujarnya.

Milon juga mengatakan anggapan demikian datang dari orang-orang yang belum pernah mengunjungi Bangladesh secara langsung. Ia meyakinkan ketika wisatawan datang ke Bangladesh, mereka akan merasakan pengalaman luar biasa dan bertemu warga lokal yang ramah.

Bangladesh memiliki perbukitan Sreemangal tempat ibu kota perkebunan teh di negara tersebut. Di sana wisatawan bisa melihat hamparan kebun teh yang terbentang dari utara menuju Himalaya.

Tak hanya itu, Bangladesh juga menyimpan keindahan dalam Cox's Bazar, sebuah kota pesisir di tenggar Bangladesh yang menawarkan pemandangan pantai alami terpanjang di dunia. Pantai ini membentang sekitar 120-125 km.

Bangladesh bisa dibilang sebagai destinasi wisata lokal yang otentik, wisatawan bisa melihat kehidupan tradisional masyarakat setempat juga menjelajah berbagai tempat-tempat otentik yang nampak sangat alami.

Dalam perjalanannya, Patel menjelaskan bahwa ketika ia mengunjungi pasar-pasar di wilayah Dhaka, ia tidak hanya melihat pasar biasa. Di sana wisatawan dihadirkan euforia pasar lokal yang sangat otentik, lengkap dengan perahu-perahu kecil yang dipenuhi buah-buahan hasil pertanian.

Stigma Buruk Bangladesh Bisa Berubah

Pengalaman serupa juga dirasakan Gary Joyce, wisatawan asal Irlandia. Joyce melakukan perjalanan menyeberangi Sungai Gangga dengan perahu untuk mengunjungi galangan pembongkaran dan perbaikan kapal di Dhaka. Selain itu, ia juga menjelajah bekas ibu kota Panam dan menginap di Kota Tua.

"Jadi, kami diperkenalkan dengan kekacauan jalanan sejak awal. Kesan pertama saya terhadap kota ini adalah kota yang tidak pernah tidur. Pemandangan dan suara datang dari setiap sudut. Sebuah pengenalan yang luar biasa," ujarnya.

Stigma negatif pada Bangladesh sebenarnya bisa diubah menjadi lebih baik jika pemerintah dan pihak terkait mampu berupaya menonjolkan sisi pariwisata dari negara tersebut dengan baik.

Hal ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi pariwisata Bangladesh dan kestabilan ekonomi masyarakat juga akan terdampak.

Fahad Ahmed, pendiri Bengal Expedition Tours menyampaikan bahwa saat ini pariwisata Bangladesh terus dikembangkan dan memiliki potensi yang besar untuk dikenalkan kepada turis mancanegara.

"Pariwisata di sini masih berkembang, tetapi punya potensi yang sangat besar," ujarnya.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Bangladesh menawarkan sejumlah kemudahan bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Bangladesh. Mulai dari kemudahan visa bagi sejumlah negara, dibukanya hotel-hotel luar biasa di Dhaka, hingga penyediaan agen-agen tur internasional bagi wisatawan mancanegara.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Momen Bus Terjun ke Sungai di Bangladesh, 24 Tewas-Puluhan Hilang"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads