Turis Malaysia Pimpin Kunjungan ke Indonesia, Kalahkan Australia dan Singapura

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Turis Malaysia Pimpin Kunjungan ke Indonesia, Kalahkan Australia dan Singapura

Dadan Kuswaraharja - detikTravel
Senin, 04 Mei 2026 14:10 WIB
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada periode Januari-Mei 2024 mencapai 5.244.213 kunjungan. Turis asal Malaysia masih mendominasi kunjungan.
Foto: Tim Infografis
Jakarta -

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Maret 2026 tercatat mencapai 1,09 juta kunjungan.

Secara bulanan (month-to-month), jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 17% dibandingkan Februari 2026. Namun secara tahunan (year-on-year), kunjungan wisman justru menunjukkan tren positif dengan kenaikan 10,50%.

Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Maret 2026, total kunjungan wisman mencapai 3,44 juta kunjungan, atau meningkat 8,62% dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Capaian ini menjadi yang tertinggi sejak tahun 2020.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari sisi kebangsaan, wisman yang masuk melalui pintu utama didominasi oleh wisatawan asal Malaysia dengan kontribusi 17,4%, diikuti Australia 12,01%, dan Singapura 9,45%.

"Meski demikian, terjadi penurunan jumlah wisatawan dari Malaysia dan Singapura dibandingkan Februari 2026. Hal ini dipengaruhi oleh momen Ramadan dan Idul Fitri, yang mengurangi mobilitas perjalanan dari kedua negara tersebut," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik Ateng Hartono.

ADVERTISEMENT

Sebaliknya, kunjungan wisman asal Australia justru melonjak signifikan hingga 21,67%. Peningkatan didorong oleh pembukaan dua rute penerbangan langsung ke Bali yaitu dari Austaralia-Bali pada 23 dan 25 Maret 2026. Bandara Ngurah Rai tercatat sebagai pintu masuk utama dengan jumlah wisman terbanyak, yang didominasi wisatawan asal Australia.

Dari sisi pengeluaran wisata, rata-rata belanja wisman pada triwulan I 2026 mencapai USD 1.345,60 per kunjungan, meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Rata-rata lama tinggal wisatawan juga mengalami kenaikan 10,83 malam.

Adapun komposisi pengeluaran wisman didominasi oleh:

  • Akomodasi: 37,23%
  • Makan dan minuman: 20,7%
  • Belanja dan cinderamata: 11,06%

Peningkatan proporsi pengeluaran juga terlihat pada sektor makanan dan minuman, transportasi lokal, paket tur, serta layanan kesehatan dan kecantikan.

Pergerakan wisatawan nusantara

Sementara itu, wisatawan nusantara (wisnus) mencatat lonjakan signifikan pada Maret 2026 dengan total perjalanan mencapai 126,34 juta perjalanan. Jumlah tersebut naik sebesar 38,63 persen bila dibandingkan dengan Februari 2026 (m-to-m) dan meningkat 42,10 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya (y-on-y).

Secara kumulatif dari Januari sampai Maret, perjalanan wisnus mencapai 319,51 juta, naik 13,14 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2025 (c-to-c).

"Kenaikan ini didorong oleh momentum long weekend, dan juga peak season libur Nyepi, serta Idul Fitri, yang terjadi pada bulan Maret yang lalu. Selain itu, kebijakan flexible working arrangement turut mendorong peningkatan perjalanan domestik," ujarnya.

Secara kumulatif, perjalanan wisnus selama Januari-Maret 2026 mencapai 319,5 juta perjalanan, naik 13,14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan tertinggi tercatat di beberapa provinsi seperti Jawa Tengah, Sumatera Barat, dan Kalimantan Barat.

Wisatawan Indonesia ke Luar Negeri

Jumlah perjalanan orang Indonesia ke luar negeri atau wisatawan nasional (wisnas) pada Maret 2026 mencapai 793,16 ribu perjalanan. Jumlah tersebut naik sebesar 13,14 persen bila dibandingkan dengan Februari 2026 (m-to-m) dan naik 36,26 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya (y-on-y).

Malaysia menjadi negara tujuan utama wisnas yang paling diminati di bulan Maret 2026 (29,73 persen) diikuti Arab Saudi (13,79 persen), Singapura (13,79 persen), dan Tiongkok (10,69 persen).

Untuk tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang pada Maret 2026 tercatat sebesar 42,78%, turun 2,1 poin secara bulanan, namun naik 9,22% secara tahunan. TPK tertinggi tercatat di Kalimantan Barat (55,7%), diikuti Bali (52,54%) dan Papua Selatan (47,76%).

"Penurunan TPK secara bulanan dipengaruhi oleh periode Ramadan dan Idul Fitri, di mana masyarakat cenderung menginap di rumah keluarga dibandingkan hotel," ujarnya.

Data pariwisata Maret 2026Data pariwisata Maret 2026 Foto: BPS




(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads