Saat ini, Hawaii adalah satu-satunya negara bagian di AS yang menanam kopi dalam skala komersial. Mereka punya varian kopi Kona dengan cita rasa unik.
Tanah vulkanik dan iklim mikro tropis Hawaii menjadikannya tempat yang sempurna untuk menanam kopi spesial. Kopi Kona sendiri termasuk yang termahal di dunia.
Kopi arabika Hawaii dapat ditebus dengan harga mulai dari $30 hingga lebih dari $100 per pon (ukuran berat AS). Jika harganya murah, itu berarti bukan kopi asli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 1825, setelah mengunjungi kedai kopi di Inggris, Kepala Suku Boki, gubernur Oahu, singgah di Brasil untuk mengambil bibit kopi untuk ditanam di Hawaii. Dengan menggunakan bibit-bibit ini, ahli pertanian John Wilkinson berhasil menanam kebun kopi di Oahu.
Dari pohon-pohon inilah, perkebunan kopi pertama ditanam di wilayah Kona. Di kepulauan Hawaii, kopi umumnya ditanam di empat pulau yaitu Kauai, Kona, Maui dan Molokai.
Setelah mengunjungi Kerajaan Hawaii pada tahun 1866, Mark Twain menulis: "Saya pikir kopi Kona memiliki cita rasa yang lebih kaya daripada kopi lainnya, di mana pun ditanam dan disebut dengan nama apa pun yang Anda suka." Twain secara luas dianggap sebagai salah satu penulis Amerika terhebat sepanjang masa.
Pada tahun 1892, biji kopi Guatemala dibawa ke Hawai'i untuk membantu memperkuat stok asli Brasil. Varietas baru, Typica, adalah salah satu varietas pusaka lama yang awalnya dibawa ke Amerika ketika kopi mulai dibudidayakan di seluruh dunia.
Kopi cenderung bermutasi dan beradaptasi dengan iklim di mana pun ia ditanam, dan Typica Guatemala ini kemudian banyak ditanam di Kona dan sekarang dianggap sebagai varietas tersendiri, yang disebut Kona Typica.
Saat ini, banyak perkebunan di Hawaii secara eksklusif ditanami Kona Typica, yang oleh banyak orang dianggap sebagai sumber cita rasa kopi Kona yang khas.
Meskipun semua kopi Arabika utama di dunia sebagian besar tumbuh di dataran tinggi, kopi Hawaii tumbuh di dataran rendah. Menanam kopi di lereng gunung berapi membantu menghasilkan cita rasa unik pada biji kopi tersebut.
Kopi Kona tumbuh di lereng barat gunung berapi Mauna Loa dan Hualalai. Berada di sisi yang terlindung dari angin, wilayah ini melindungi tanaman kopi dari angin timur. Wilayah Kona sering memiliki pagi yang cerah tetapi sore yang berawan dan sering hujan.
Hal ini menjadikannya lingkungan yang ideal bagi tanaman kopi untuk memiliki suhu yang merata dan jumlah sinar matahari serta air yang tepat agar dapat tumbuh subur. Tanah vulkanik yang kaya nutrisi membuat kondisi pertumbuhan kopi lebih dari sempurna.
-------
Artikel ini ditulis oleh Hari Suroto. Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara.
(wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong
4 Negara ASEAN Bersatu Bangun Rute Kereta Cepat, Tanpa RI
Pesawat Garuda Berputar-putar 4,5 Jam di Langit India, Terhalang Uji Coba Rudal