Candi Lor merupakan salah satu situs warisan sejarah yang memperkaya khazanah cagar budaya di Kabupaten Nganjuk. Terletak di Desa Candirejo, Kecamatan Loceret, candi yang tersusun dari struktur bata merah ini tetap memancarkan kesan megah meskipun kondisinya saat ini sudah mengalami kerusakan parah hingga sulit dikenali bentuk aslinya.
Menurut penjelasan Usman Hadi, anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Nganjuk, situs ini telah mendapatkan pengakuan resmi melalui Surat Keputusan (SK) penetapan status sebagai struktur cagar budaya. SK tersebut diterbitkan untuk pertama kalinya oleh Pj Bupati Nganjuk, Sri Handoko Taruna, pada tanggal 13 Februari 2025.
Status perlindungan situs ini kemudian semakin diperkuat melalui penyempurnaan yang dilakukan oleh Bupati Marhaen Jumadi pada 1 Desember 2025. Dalam keterangannya pada Minggu (8/2), Hadi mengungkapkan bahwa Bupati Marhaen secara resmi menetapkan Candi Lor sebagai struktur cagar budaya peringkat kabupaten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Candi Lor Nganjuk Foto: Bakrie |
Penerbitan SK penetapan tersebut bukanlah proses instan, melainkan hasil akhir dari rangkaian kajian mendalam dan komprehensif yang dilakukan oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Nganjuk guna memastikan kelestarian situs bersejarah tersebut.
"Candi Lor diperkirakan menghadap ke barat. Karena di sebelah barat, ditemukan candi perwara di barat laut dan barat daya. Bekasnya masih ada, tapi sebagian sudah tertutup dan tidak dikenali," bebernya.
Lebih lanjut, Hadi menjelaskan bahwa Candi Lor sebenarnya memiliki sebuah prasasti penting yang kini telah dipindahkan ke Museum Nasional demi keamanan dan pelestarian. Prasasti tersebut dikenal dengan nama Jaya Stamba, yang secara harfiah berarti tugu kemenangan.
Berdasarkan data sejarah, pembangunan Candi Lor diperkirakan berlangsung pada tahun 859 Saka atau sekitar 937 Masehi. Begitu besarnya nilai historis situs ini, sehingga Pemerintah Kabupaten Nganjuk menetapkan momen berdirinya Candi Lor sebagai tonggak sejarah Hari Jadi Nganjuk yang diperingati secara rutin setiap tanggal 10 April.
(bnl/wsw)













































Komentar Terbanyak
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong
4 Negara ASEAN Bersatu Bangun Rute Kereta Cepat, Tanpa RI
Pesawat Garuda Berputar-putar 4,5 Jam di Langit India, Terhalang Uji Coba Rudal