Nahas KA Argo Bromo Anggrek: Tabrak Mobil Rombongan Haji di Grobogan-5 Tewas

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Nahas KA Argo Bromo Anggrek: Tabrak Mobil Rombongan Haji di Grobogan-5 Tewas

Ardian Dwi Kurnia - detikTravel
Senin, 04 Mei 2026 22:13 WIB
Mobil Avanza jatuh ke sawah usai tertabrak KA Argo Bromo Anggrek di perlintasan KA swadaya, jalan umum Tuko-Sidorejo, Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jumat (1/5/2026).
KA Argo Bromo Anggrek tabrak mobil di Grobogan (dok. Sat Lantas Polres Grobogan)
Grobogan -

Nasib nahas kembali menimpa KA Argo Bromo Anggrek. Setelah terlibat kecelakaan dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, kereta ini menabrak mobil rombongan haji di Grobogan dan menyebabkan 5 orang tewas.

Kecelakaan maut itu terjadi di perlintasan KA swadaya, jalan umum Tuko - Sidorejo, Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Grobogan pada Jumat (1/5) dini hari.

Kasat Lantas Polres Grobogan, AKP Kumala Enggar Anjarani melalui Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Grobogan, Iptu Eko Ari Kisworo, menceritakan awal mula kejadian nahas itu. Eko mengatakan peristiwa nahas itu terjadi pukul 02.52 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Toyota Avanza bernomor polisi H-1060-ZP, berpenumpang 9 orang, berjalan dari arah selatan atau Sidorejo menuju ke arah utara atau Purwodadi dengan kecepatan sedang," kata Eko saat dimintai konfirmasi.

Saat tiba di perlintasan swadaya itu, mesin mobil Avanza dilaporkan mati. Pada saat yang bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek akan melintas dari arah barat menuju timur.

ADVERTISEMENT

"Sesampainya di TKP, Toyota Avanza berhenti atau mesin mati di jalur rel sebelah selatan. Pada saat bersamaan dari arah barat menuju ke timur di jalur rel sebelah selatan berjalan Kereta Api Argo Bromo Anggrek," terang Eko.

Kecelakaan pun tak terhindarkan karena jarak KA yang sudah terlalu dekat. Mobil tersebut kemudian terpental sejauh sekitar 20 meter dan masuk ke area persawahan.

"Karena jarak sudah dekat, Kereta Api Argo Bromo Anggrek menabrak body depan kiri dari Toyota Avanza hingga mobil terpental sejauh kurang lebih 20 meter dan menabrak tiang Indihome. Kemudian mobil terjatuh ke selatan masuk ke sawah," ungkap Eko.

Menurut Eko, kecelakaan ini terjadi karena ada unsur kurangnya kehati-hatian pengemudi mobil saat melewati perlintasan kereta api.

"Kurang hati-hatinya Toyota Avanza karena pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi Kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan atau ada isyarat lain," ujar Eko.

5 Orang Tewas

Akibat kecelakaan itu, lima orang dilaporkan tewas. Korban terakhir sempat dirujuk ke Semarang, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (2/5) malam.

Berikut Identitas Kelima Korban

1. ND (10), alamat Dusun Prau RT 2 RW 6, Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon. Cedera kepala berat, meninggal di Puskesmas Pulokulon 1.

2. Mukamat Sakroni (51), laki-laki, alamat Dusun Ngablak RT 19 RW 7, Desa Kemloko, Kecamatan Godong. Cedera kepala berat, meninggal di Puskesmas Pulokulon 1.

3. Dalni (51), perempuan, alamat Dusun Ngablak RT 19 RW 7, Desa Kemloko, Kecamatan Godong. Cedera kepala berat, meninggal di Puskesmas Pulokulon 1.

4. SB (2), perempuan, alamat Dusun Sidorejo RT 5 RW 2, Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon. Cedera kepala berat, meninggal di Puskesmas Pulokulon 1.

5. Indah Setiyawati (27), alamat Dusun Sidorejo RT 5 RW 2, Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon.

Sedangkan empat korban lainnya mengalami luka-luka. Sembilan korban yang naik mobil Avanza merupakan rombongan pengantar haji pasutri Sadi dan Wartini, warga Grobogan. Semua korban masih satu keluarga.

"Satu keluarga itu. Semua korban sudah berhasil dievakuasi dan dilakukan penanganan oleh petugas. Mobil juga sudah terevakuasi," jelas Iptu Eko.

Pengakuan Sopir Avanza Maut

Iptu Eko menyebut saat kecelakaan terjadi, pengemudi mengaku jarak pandangnya terbatas, karena adanya kabut. Keterangan tersebut juga diperkuat dengan temuan saat tertabrak, posisi mobil hanya roda depannya saja yang berada di atas rel KA.

"Pandangan benar-benar terbatas karena adanya kabut, hanya 10 meter. Tadi (informasi mati mesin) itu hanya laporan sementara, karena untuk posisi yang di atas rel itu hanya ban depannya saja," ujar Eko.

Meski jarak pandang terbatas itu, pengemudi merasa yakin untuk melintasi perlintasan KA karena kendaraan di depannya juga melintas dengan aman.

"Pengemudi menjelaskan kendaraan di depan yang melintas aman, tidak ada kereta api sehingga dia melintas. Saat melintas tiba-tiba baru melangkah ban depannya itu baru masuk ke rel yang sebelah selatan itu langsung ditabrak kereta," tutur Eko.

Eko juga menyampaikan setelah dilakukan olah TKP lebih lanjut, diketahui lokasi kejadian tersebut berada di Desa Sidorejo, bukan Desa Tuko sebagaimana yang disampaikan sebelumnya.

"Relnya itu yang sebelah selatan masuk Desa Sidorejo, rel yang sebelah utara itu masuk Desa Tuko. Jadi kejadiannya itu pertama kali kita menyebutkan adalah Tuko, tetapi setelah kita bertanya-tanya, melaksanakan olah TKP hari ini, TKP ini berada di desa si Sidorejo Kecamatan Pulokulon," jelas Eko.


-------

Artikel ini telah naik di detikJateng, bisa dibaca selengkapnya di sini, di sini dan di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Penumpang KA Argo Bromo Anggrek Gugat PT KAI Rp 100 Miliar"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads