Maskapai-maskapai besar di Amerika Serikat (AS) menunjukkan solidaritas terhadap Spirit Airlines yang menghentikan operasionalnya secara mendadak. Mereka bergerak cepat membantu ribuan penumpang yang terlantar.
Di bandara-bandara besar seperti Orlando, suasana berubah drastis. Penumpang yang sudah siap terbang, bahkan berada di bandara transit, harus menerima kenyataan bahwa penerbangan dibatalkan tanpa kepastian jadwal pengganti. Saat ini layanan pelanggan atau customer service tidak beroperasi.
Di bandara itu, layar informasi keberangkatan dipenuhi notifikasi merah pembatalan penerbangan Spirit ke berbagai tujuan, mulai dari Nashville hingga San Juan, Puerto Riko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu penumpang Grace Florez, yang melakukan perjalanan dari North Carolina menuju Kolombia, terdampar di Fort Lauderdale setelah penerbangan lanjutannya dibatalkan. Hingga dua hari berlalu, dia belum menemukan keberadaan tasnya. Dia juga tidak mendapatkan kabar soal kompensasi.
"Ini sulit dan membuat frustrasi. Saya mencoba untuk tidak stres, tapi saya harus bekerja besok," kata Grace.
"Saya benar-benar tidak tahu apa-apa. Saya hanya bisa berharap koper saya ada di suatu tempat di belakang sana. Saya tidak tahu harus berbuat apa selain menunggu," dia menambahkan.
Di tengah kekacauan itu, maskapai lain bergerak cepat. United Airlines, Delta Air Lines, JetBlue Airways, dan Southwest Airlines ikut membantu dengan membuka akses tiket khusus, membatasi harga untuk penumpang terdampak, hingga menyediakan kursi gratis bagi karyawan Spirit yang harus dipulangkan. Ya, setidaknya 17.000 staf maskapai kehilangan pekerjaan saat ini.
Langkah maskapai-maskapai untuk turun tangan itu membuat sebagian penumpang masih bisa melanjutkan perjalanan, meski dengan rute dan jadwal yang tidak selalu ideal.
Menteri Transportasi AS Sean Duffy menyebut respons cepat maskapai lain sebagai bentuk solidaritas industri penerbangan.
Di tengah situasi kacau, kolaborasi ini menjadi satu-satunya "penyangga" agar penumpang tidak sepenuhnya terjebak tanpa solusi.
"Ini adalah industri yang saling membantu saat krisis," menjadi pesan utama dari respons cepat yang dilakukan berbagai maskapai besar.
Kejatuhan Spirit tidak terjadi dalam semalam. Maskapai itu sebenarnya sudah lama menghadapi tekanan keuangan, termasuk dua kali mengajukan perlindungan kebangkrutan dan tidak mencatat keuntungan sejak 2019.
Namun, situasi memburuk ketika konflik di Timur Tengah memicu lonjakan harga energi global. Gangguan jalur distribusi minyak melalui Selat Hormuz membuat harga bahan bakar jet melonjak tajam, menghantam maskapai dengan model bisnis tarif murah seperti Spirit.
Dukungan buat Spirit di Media Sosial
Di media sosial X, banyak traveler mengungkapkan rasa kehilangan atas penutupan maskapai itu. Salah satu pengguna menulis, "Selamat tinggal Spirit Airlines. Kami di Detroit akan merindukanmu."
Pengguna lain juga membagikan pengalaman mereka terbang dengan Spirit, bahkan menyertakan tagar "RIP".
(fem/fem)












































Komentar Terbanyak
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong
4 Negara ASEAN Bersatu Bangun Rute Kereta Cepat, Tanpa RI
Pesawat Garuda Berputar-putar 4,5 Jam di Langit India, Terhalang Uji Coba Rudal