Kangen Gresik Terobati di TMII, Pasutri Bawean Datangi Festival Budaya

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kangen Gresik Terobati di TMII, Pasutri Bawean Datangi Festival Budaya

Hans Wilhem - detikTravel
Selasa, 05 Mei 2026 12:11 WIB
Suasana di TMII
Suasana di TMII (Hans Wilhem/detikcom)
Jakarta -

Long weekend menjadi momen yang dimanfaatkan warga Jabodetabek untuk beristirahat sekaligus berwisata. Salah satu destinasi yang dipadati pengunjung adalah Taman Mini Indonesia Indah di Cipayung, Jakarta Timur, yang dipenuhi wisatawan pada Minggu (3/5/2026).

Di tengah ramainya pengunjung yang mengantre shuttle dan menikmati rindangnya kawasan taman, termasuk area sekitar kereta gantung, suasana tetap terasa santai dan penuh aktivitas keluarga.

Di sela-sela suasana tersebut, detikTravel berbincang dengan pasangan suami istri asal Bawean, Gresik, yang kini menetap di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Mereka adalah Halilah (55) dan Anshorudin (67), yang turut menikmati waktu santai di TMII bersama pengunjung lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sambil duduk dengan nyaman, Halilah menjelaskan bahwa kunjungannya ke TMII kali ini bukanlah sekadar jalan-jalan santai. Dia dan keluarganya hadir dalam sebuah acara penting.

"Kebetulan tanggal ini kami ada event di Anjungan Jawa Timur, Festival Budaya Gresik. Karena kami dari Gresik, tepatnya di Pulau Bawean. Pokoknya dari Komunitas Kampung Bawean se-Jabodetabek pada kumpul di mari," kata Halilah.

ADVERTISEMENT

Menariknya, acara kumpul-kumpul ini sudah terorganisir dengan rapi. Halilah bersama keluarganya yang berjumlah lima orang mendaftar melalui tautan (link) khusus dari komunitas, sehingga bisa mendapatkan akses masuk gratis dan voucher makan.

Sementara selepas Festival Budaya Gresik, anggota keluarganya yang lebih muda sedang jajan dan berkeliling bersama anak-anak, Halilah dan suami memilih bersantai.

"Kita disuruh jaga teras katanya, nyantai aja," kata dia.

Bagi Anshorudin, TMII bukanlah tempat yang asing. Ia mengaku sudah sering berkunjung bahkan sejak zaman pemerintahan Presiden Soeharto.

"Sudah banyaklah (berkunjung). Dari zaman Bu Tin, dulu di Jambore Cibubur baru ke sini," ujar dia.

Namun, pengakuan berbeda justru datang dari sang istri. Momen wawancara itu mendadak menjadi ajang 'curhat' yang mengundang tawa.

"Sekarang setelah berumah tangga, selama aku jadi istrinya 30 tahun lebih, nggak pernah ke Taman Mini (diajak suami). Aku curhat ama dirimu lho," kata Halilah.

Dia mengaku baru tiga kali ini menginjakkan kaki di TMII, itu pun baru terlaksana setelah area wisata ini direvitalisasi.

Soal aksesibilitas dan fasilitas wajah baru TMII, pasutri lansia ini memberikan acungan jempol. Mereka berangkat dari Tanjung Priok hanya dengan menggunakan TransJakarta.

"Aku naik busway, murmer (murah meriah), enak, cuma Rp 3.500," kata Halilah.

Sesampainya di dalam kawasan TMII, mereka sangat terbantu dengan adanya kendaraan keliling gratis atau shuttle Angling (Wira-Wiri). Tak tanggung-tanggung, mereka sudah naik hingga empat kali untuk transit menuju lokasi event dan berkeliling.

"Enak, kalau bisa dibawa pulang, aku bawa pulang ke daerahku buat jalan-jalan. Area istirahatnya juga memadai menurut aku, sejuk," kata dia.

Sebagai penutup, pengunjung ini menitipkan harapan untuk pengelola TMII agar terus meningkatkan kenyamanan.

"Harapannya ya pokoknya semakin bagus, semakin sejuk, aman, pelayanannya memuaskan, ke mana-mana wira-wirinya gampang dan dekat. Dan bagi kami, khusus emak-emak, banyakin hal-hal yang gratis-gratis. Biasa dong!" ujar Halilah.




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads