Kabar Baik! Negara Paling Tertutup Ini Mulai Longgarkan Aturan Masuk Turis

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kabar Baik! Negara Paling Tertutup Ini Mulai Longgarkan Aturan Masuk Turis

Bonauli - detikTravel
Selasa, 05 Mei 2026 14:15 WIB
Biang lala tertutup yang terbuat dari marmer putih di Ashgabat, Turkmenistan.
Bianglala tertutup yang terbuat dari marmer putih di Ashgabat, Turkmenistan. (Nellie Huang via BBC)
Jakarta -

Istilah "negara terpencil" mungkin terdengar dramatis, tetapi predikat tersebut terasa sangat akurat bagi Turkmenistan, salah satu destinasi paling tertutup dan misterius di muka bumi. Kini negara itu membuka diri buat traveler.

Sejak memisahkan diri dari Uni Soviet pada 1991, Turkmenistan bertransformasi menjadi wilayah yang dikelola oleh pemerintahan otokratis dengan tumpuan ekonomi utama pada cadangan gas alam yang melimpah.

Tertutupnya Turkmenistan bukan tanpa alasan. Secara historis, pemerintah setempat menerapkan kebijakan imigrasi yang sangat restriktif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi wisatawan mancanegara, menembus perbatasan Turkmenistan adalah tantangan besar karena persyaratan masuk yang dikenal sangat ketat dan birokrasi yang rumit, menjadikannya salah satu titik yang paling sulit dikunjungi oleh wisatawan dunia.

Selama bertahun-tahun, Turkmenistan menjadi negara dengan birokrasi yang amat rumit bagi wisatawan mancanegara. Prosedur standarnya mengharuskan pengunjung memiliki visa yang disetujui jauh-jauh hari, dan yang paling memberatkan adalah kewajiban melampirkan 'surat undangan' resmi (LOI) dari pihak di dalam negeri sebagai syarat mutlak untuk melintasi perbatasan.

ADVERTISEMENT

Namun, kabar baik muncul bagi para petualang. Melansir laporan dari Independent, Turkmenistan kini telah mengesahkan regulasi baru yang memangkas hambatan besar tersebut.

Proses kunjungan kini menjadi jauh lebih praktis karena wisatawan tidak lagi diwajibkan menyertakan surat undangan. Sebagai gantinya, pelancong hanya perlu mengisi formulir daring yang telah disederhanakan, menandai era baru yang lebih terbuka bagi pariwisata di negara tersebut.

Mengutip laporan dari Time Out, kewenangan penuh mengenai jenis, prosedur penerbitan, hingga masa berlaku visa elektronik kini berada di tangan Presiden Turkmenistan, Serdar Berdymukhamedov. Meskipun aturan teknisnya masih bergantung pada keputusan kepresidenan, kebijakan baru ini dipastikan akan memangkas kerumitan birokrasi yang selama ini ada.

Perubahan ini menjadi angin segar yang mempermudah akses bagi para pelancong, baik mereka yang berkunjung untuk keperluan bisnis maupun wisatawan yang ingin mengeksplorasi sisi tersembunyi negara tersebut.

Setibanya di Turkmenistan, Anda akan disambut oleh deretan destinasi luar biasa yang sulit ditemukan di belahan dunia lain, dengan Kawah Gas Darvaza atau yang populer dijuluki sebagai 'Gerbang Neraka' sebagai daya tarik utamanya.

Jurang raksasa berukuran 60 x20 meter di tengah Gurun Karakum ini memancarkan kobaran api abadi yang tercipta akibat kecelakaan eksplorasi gas pada tahun 1971.

Awalnya, para ahli geologi sengaja membakar gas tersebut untuk mencegah penyebaran racun dengan perkiraan akan padam dalam beberapa minggu, namun secara mengejutkan api tersebut terus menyala hingga saat ini, menciptakan pemandangan malam yang magis sekaligus mencekam.

Selain fenomena api abadi, Turkmenistan merupakan jantung dari Jalur Sutra yang menyimpan kekayaan sejarah luar biasa, seperti Merv, sebuah kota oasis berusia 4.000 tahun yang kini dilindungi sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Wisata alamnya pun tak kalah memukau dengan kehadiran Ngarai Yangykala atau "benteng berapi" yang menyuguhkan formasi batuan dramatis berwarna kemerahan, serta Danau Bawah Tanah KΓΆw Ata yang eksotis dan Gua Kyrk Gyz yang penuh misteri.

Sebagai penutup, ibu kota Ashgabat menawarkan kemegahan arsitektur yang kontras hingga sering disebut sebagai 'kota orang mati' karena kesunyiannya, namun tetap memiliki sisi yang hidup melalui Tolkuchka Bazaar, pasar Minggu legendaris yang menjadi pusat kebudayaan dan perdagangan lokal.




(bnl/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads