Jelang Piala Dunia 2026, Booking Hotel di Amerika Serikat Masih Lesu

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Jelang Piala Dunia 2026, Booking Hotel di Amerika Serikat Masih Lesu

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Selasa, 05 Mei 2026 19:13 WIB
Opened door of hotel room in morning with copy space, sunlight effect.
Ilustrasi hotel di AS menjelang Piala Dunia 2026. (Getty Images/iStockphoto/oatawa)
Washington -

Pemesanan hotel di sejumlah kota tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026 dilaporkan belum menunjukkan lonjakan signifikan. Bahkan di beberapa wilayah seperti Kansas City, angka booking tercatat lebih rendah dibandingkan periode normal pada Juni-Juli.

Hal itu terungkap dalam survei yang dirilis American Hotel and Lodging Association (AHLA). Survei dilakukan bulan lalu terhadap 205 responden yang terdiri dari operator dan pemilik hotel, termasuk yang memiliki properti di kota-kota penyelenggara Piala Dunia.

Melansir NPR, Selasa (5/5/2026) AHLA menyebut kondisi itu dipicu oleh jumlah wisatawan mancanegara yang belum sesuai ekspektasi. Selain itu, pembatalan dalam jumlah besar oleh FIFA juga membuat banyak kamar hotel kosong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Meski lebih dari 5 juta tiket pertandingan telah terjual, permintaan tersebut belum diterjemahkan menjadi pemesanan hotel yang kuat," tulis AHLA dalam laporannya.

Padahal, industri perhotelan sebelumnya menaruh harapan besar pada musim panas 2026. Turnamen akbar sepakbola antarnegara ini akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dengan 11 kota di AS menjadi tuan rumah. Momen tersebut juga bertepatan dengan peringatan 250 tahun Deklarasi Kemerdekaan AS yang diperkirakan menarik wisatawan mancanegara.

Menurut AHLA, wisatawan mancanegara merupakan pasar penting karena cenderung tinggal lebih lama dan membelanjakan lebih banyak. Namun, hampir 80% pemesanan hotel di kota tuan rumah masih berada di bawah proyeksi.

Di Kansas City, sekitar 85% hingga 90% hotel melaporkan booking di bawah target. Penyelenggara lokal di Kansas City menanggapi hasil survei tersebut.

Mereka menyebut sejumlah negara, termasuk Belanda, telah menambah staf kedutaan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung. CEO Visit KC dan Kansas City Sports Commission, Kathy Nelson, tetap optimistis target 650.000 pengunjung selama turnamen dapat tercapai.

Sementara itu, tren berbeda terlihat di beberapa kota lain. Di Atlanta, sekitar separuh responden melaporkan pemesanan sesuai atau melampaui proyeksi. Di Miami sekitar 55% responden bahkan mencatat angka yang lebih kuat dari perkiraan.

Survei tersebut juga menunjukkan minat wisatawan luar negeri ke AS belum pulih seperti yang diharapkan. AHLA menilai sejumlah faktor menjadi penyebab, termasuk kebijakan imigrasi yang lebih ketat.

"Meski antusiasme global meningkat, perjalanan ke AS bagi banyak wisatawan Piala Dunia kini terasa tidak lagi seperti sambutan karpet merah," tulis AHLA.

Disebutkan pula adanya persepsi soal lamanya antrean visa, biaya yang meningkat, serta ketidakpastian proses masuk ke negara tersebut.
Selain itu, penguatan dolar AS dan kekhawatiran terkait pemeriksaan di bandara turut memperkuat anggapan bahwa perjalanan ke AS menjadi lebih mahal dan rumit.

Di sisi lain, FIFA tetap optimistis. Mereka menyebut permintaan terhadap turnamen ini 'belum pernah terjadi sebelumnya' dan yakin ajang tersebut akan mencetak rekor penonton.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah AS, Davis Ingle, mengatakan turnamen ini akan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah.

"Presiden Trump fokus untuk memastikan bahwa ini bukan hanya pengalaman yang luar biasa bagi semua penggemar dan pengunjung, tetapi juga yang paling aman dan terjamin dalam sejarah," jelas Davis.




(upd/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads