Tak Hanya Toraja, Makam di Tebing Batu Juga Ada di Bolaang Mongondow

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Tak Hanya Toraja, Makam di Tebing Batu Juga Ada di Bolaang Mongondow

Hari Suroto - detikTravel
Rabu, 06 Mei 2026 21:10 WIB
Situs Kubur Tebing Binuanga
Situs Kubur Tebing Binuanga di Boolang Mongondow (dok. Hari Suroto/Istimewa)
Boolang Mongondow -

Ternyata tradisi menguburkan mayat di tebing-tebing batu tidak hanya ada di Toraja. Kuburan di tebing juga bisa dijumpai di Boolang Mongondow, Sulawesi Utara.

Kubur tebing tidak hanya dikenal di Toraja. Di Sulawesi Utara pada masa lalu, pernah terdapat budaya ini.

Traveler dapat menyaksikan kubur tebing Situs Binuanga di Desa Toraut, Kecamatan Dumoga Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Situs prasejarah ini berada di dalam kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kubur tebing Binuanga terletak di tebing batuan andesit di tepi Sungai Binuanga. Oleh masyarakat Toraut, kubur tebing ini juga sering disebut sebagai batu berkamar, karena sepintas bentuknya seperti kamar di tebing batu.

Untuk mencapai situs arkeologi ini, traveler dapat naik sepeda motor atau mobil sekitar dua jam perjalana dari Kota Kotamobagu, dilanjutkan dengan berjalan kaki selama tiga jam.

ADVERTISEMENT

Trekking melalui kebun mengikuti jalan tanah dengan sekali menyeberangi Sungai Kosinggolan, dan selanjutnya mengikuti jalan setapak di dalam kawasan taman nasional. Kubur tebing ini terletak tepat di tepi Sungai Binuanga, sehingga kubur tebing ini dinamakan kubur tebing Binuanga.

Pemutakhiran data yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara pada April 2026, mendapatkan dinding tebing sebagian tertutup oleh tumbuhan rambat serta pakis, sehingga menyisakan sedikit sisi dinding yang dapat terlihat.

Pada dinding tebing nampak 17 rongga pahatan untuk menyimpan mayat yang sebagian besar berbentuk persegi panjang. Panjang rongga pahatan umumnya di atas 200 cm, bahkan ada yang mendekati ukuran 300 cm.

Tinggi rongga pahatan makam itu sekitar 50 - 100 cm. Sedangkan kedalaman rongga pahatan makam juga bervariasi hingga yang terdalam mencapai 130 cm.

Pada masa prasejarah, budaya menguburkan atau menempatkan mayat pada tempat yang tinggi di dalam rongga pahatan tebing merupakan salah satu bentuk penghormatan serta kepercayaan akan adanya kehidupan setelah mati.

Hal ini juga dimaksudkan sebagai pemberian tempat tinggal bagi arwah orang yang meninggal selama di alam arwah.


--------

Artikel ini ditulis oleh Hari Suroto. Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara.




(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads