Indonesia akan kembali menggelar World Conference on Creative Economy (WCCE) di Jakarta pada bulan Oktober 2026 mendatang. Ini menjadi ketiga kalinya Indonesia menggelar ruang temu berbagai aspek di sektor ekonomi kreatif.
Dalam agenda launching WCCE 2026 di Jakarta, Rabu (6/5/2026). Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan dalam menyambut agenda tersebut, ia mengkonfirmasi telah ada sekitar 80 negara yang ikut serta dalam konferensi internasional ekonomi kreatif tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sebuah konferensi ekonomi kreatif internasional paling besar di dunia, jadi IP ini event ini sudah berjalan yang kelima kalinya. Pertama dulu di Bali, kedua di Dubai, ketiga di Bali, keempat di Uzbekistan, dan kali ini di Jakarta," ujar Riefky di lokasi.
Dalam penyelenggaraan agenda tersebut, ia menyebut kementeriannya juga bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri untuk menyusun sebuah dokumen yang nantinya disampaikan dalam sidang PBB tahun 2027. Lebih lanjut, hal tersebut untuk mengukuhkan bahwa langkah ini menjadi agenda penting bagi sektor ekonomi kreatif dunia.
Kemudian, isi dari dokumen tersebut akan mencakup semua masukan dari masyarakat, pelaku, industri hingga komunitas untuk membangun sektor ekonomi kreatif yang lebih kokoh.
Dari kegiatan ini, Riefky berharap besar industri ekonomi kreatif Indonesia berada di peta dunia. "Impact yang kita harapkan adalah bahwa peran Indonesia di peta global, peta ekonomi kreatif secara global," tegasnya.
"Disinilah sebetulnya sudah di inisiasi dari pemerintah sebelumnya, kita lanjutkan di sini dua event di pemerintahan selanjutnya telah membawa nama Indonesia juga semakin kuat di peta global ekonomi kreatif. Dan sekarang tentu kita akan terus perkuat lagi," lengkap Riefky.
Pemilihan Jakarta sebagai panggung untuk ekonomi kreatif dunia juga bukan tanpa sebab. Riefky menambahkan hal itu seraya dengan visi Kota Jakarta sebagai kota global.
"Kali ini kita tahu Jakarta punya visi untuk menjadi global city dan kali ini kita beri kesempatan untuk Jakarta sebagai host," ucap Riefky.
Sebagai informasi, WCCE 2026 di Jakarta ini nantinya akan diselenggarakan pada 21 hingga 23 Oktober, yang didukung juga oleh dua mitra PBB yakni United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) dan World IP Organization (WIPO).
(upd/wsw)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong