Subsektor Ekraf Bertambah Jadi 21, Termasuk Cyber Security-Custom Otomotif

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Subsektor Ekraf Bertambah Jadi 21, Termasuk Cyber Security-Custom Otomotif

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Kamis, 07 Mei 2026 10:15 WIB
Grand Launching World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Ekonomi Kreatif menambah subsektor dari 17 menjadi 21, termasuk konten digital dan teknologi baru. Itu diklaim untuk mendukung industri kreatif Indonesia.

Dia menjelaskan subsektor tersebut masuk ke dalam rencana induk ekonomi kreatif (rindekraf) baru yang akan ditandatangi oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Hari ini ada 17 sektor ekonomi kreatif, tetapi sebentar lagi akan ada rencana induk ekonomi kreatif yang baru. Rindekraf itu akan ditandatangani oleh Bapak Presiden Prabowo, Perpresnya itu akan menjadi 21 subsektor," kata Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Riefky juga menyebutkan beberapa sektor baru yang masuk ke dalam ranah ekonomi kreatif adalah konten digital, salah satu konten kreator. Selain itu juga ada terkait teknologi terbaru, misalnya blockchain.

ADVERTISEMENT

"Sektor yang baru nanti ada konten digital, itu di dalamnya ada konten kreator, ada affiliator, live commerce ada di situ. Kemudian, teknologi baru, ini kaitannya dengan pegait-pegiat yang juga melibatkan teknologi batu dalam menghasilkan karyanya di situ ada AI, ada blockhain, ada web3, IOT, dan lain-lain termasuk cyber security," kata dia.

"Kemudian voice over juga sangat penting, baik itu sebagai penyiar atau sebagai pengisi suara film atau animasi dan seterusnya. Dan juga yang menarik ada custom otomotif, yang bikin velg, spoiler, aksesoris mobil begitu," ia menambahkan.

Penambahan subsektor ini juga menjadi sebuah pengantar untuk industri ekonomi kreatif di Indonesia selama 20 tahun hingga 2045, termasuk perlindungan pekerja ekonomi kreatif. Pembaruan itu direncanakan selesai pada bulan ini.

"Semua aspek, terkait dengan kekayaan intelektual mengenai IP financing, kemudian juga masalah peningkatan kapabilitas, kolaborasi pusat dan daerah. Ini juga sedang ditunggu pemerintah daerah, karena ini akan masuk untuk rencana kerja pemerintah daerah tahun 2027, termasuk rencana alokasi anggaran ke wilayah masig-masing," kata dia.

Sebelumnya, dari 17 subsektor itu ada 7 di antaranya yang menjadi prioritas: fesyen, kuliner, kriya, film, musik, gim, dan aplikasi. Untuk fesyen, kuliner, dan kriya ini, kata Riefky, memiliki kontribusi terhadap ekonomi yang cukup besar dan banyak membuka lapangan pekerjaan.

"Ada empat yang sedang menonjol sekarang atau tumbuh pesat, di situ ada film, ada musik, kemudian ada gim, dan aplikasi tentu juga mengikuti di bawah situ," ujar Riefky.




(upd/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads