Festival Lebaran Depok 2026 digeber 5-9 Mei 2026. Nggak main-main, acara ini menyasar 50.000 pengunjung dengan menjanjikan kuliner dan perajin lokal.
Hamzah, ketua panitia Penyelenggara Festival Idulfitri Depok 2026, mengumumkan bahwa perayaan tahun ini akan lebih meriah. Area bazar menjadi sorotan utama, menampilkan konsep kuliner yang berakar pada masakan Indonesia, dipenuhi oleh 200 pedagang UMKM.
Sejumlah warga antusias menghadiri perhelatan Lebaran Depok 2026 di kawasan Alun-alun Kota Depok, Rabu (6/5/2026). Kegiatan tahunan ini tampak ramai dipadati masyarakat dari berbagai kalangan. (Muhammad Firman Maulana/detikfoto) |
Pengamatan detikTravel di lokasi pada Rabu (6/5) menunjukkan bahwa area bazar dipenuhi deretan tenda UMKM, ramai dengan pengunjung yang antusias menjelajahi berbagai hidangan lezat. Hamzah menekankan bahwa kios-kios ini secara khusus diperuntukkan bagi usaha lokal di Kota Depok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"UMKM Depok ini banyak banget. Maka yang wajib dikasih di sini adalah orang-orang Depok, UMKM Depok yang menjadi binaan DKUM, Dekranasda, dan Disdagin," ujar Hamzah kepada awak media.
Baca juga: Lomba Anyam Ketupat Meriahkan Lebaran Depok |
Lestarikan Tradisi Lewat Numbuk Uli dan Nganyam Ketupat
Lebaran Depok 2026 bukan sekadar tentang kelezatan kuliner, acara ini menjadi wadah penting untuk melestarikan tradisi asli masyarakat Depok.
Panitia penyelenggara mengadakan lomba "numbuk uli" dan "nganyam ketupat," yang diikuti oleh peserta dari pengurus Kumpulan Orang-Orang Depok (KOOD) serta berbagai organisasi lainnya.
Pantauan detikTravel di tengah suasana perayaan, terlihat sekelompok perempuan bekerja sama menumbuk adonan uli putih dengan alu kayu panjang di dalam wadah besar.
Di halaman terpisah banyak peserta baik pria maupun wanita, dengan beberapa wanita mengenakan celemek duduk bersila, bersemangat berkompetisi untuk menunjukkan keahlian mereka saat merajut daun kelapa menjadi ketupat, helai demi helai.
Peserta mengikuti lomba menganyam ketupat dalam rangkaian Lebaran Depok 2026 di kawasan Alun-alun Kota Depok, Rabu (6/5/2026). (Muhammad Firman Maulana/detikFoto) |
Suasana budaya semakin meriah ketika sekelompok wanita mengenakan kebaya tradisional, dengan bangga menampilkan warisan lokal sambil memainkan alat musik yang menyerupai gendang atau tempayan tanah liat dengan terampil.
Panggung utama menampilkan momen penting dengan penyerahan sertifikat penghargaan, termasuk satu yang diberikan kepada perwakilan dari beberapa Kecamatan. Hamzah menambahkan bahwa tradisi menganyam ketupat memiliki makna kedewasaan yang mendalam bagi laki-laki asli Depok.
"Jadi semua orang Depok itu, anak laki kalau nggak bisa bikin ketupat, namanya bukan anak laki orang Depok," kata dia.
Dengan target 50.000 pengunjung yang dicanangkan selama lima hari pelaksanaan, panitia sangat optimistis acara ini akan mendongkrak roda perekonomian lokal secara signifikan.
"Perputaran uangnya juga hampir miliaran yang di sini," kata Hamzah.
Dia memprediksi puncak kepadatan pengunjung yang mencapai puluhan ribu orang akan terjadi pada Kamis dan Sabtu.
Untuk mengantisipasi lonjakan massa tersebut, panitia telah mematangkan koordinasi terkait penyediaan kantong parkir di beberapa gedung yang diklaim mampu menampung sekitar 500 hingga 600 unit sepeda motor.
Sementara untuk rekayasa lalu lintas, khusus pada acara puncak di hari Sabtu, panitia akan memberlakukan penutupan jalan di dua jalur di area depan lokasi acara. Penutupan terbatas ini direncanakan akan berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga malam hari.
(fem/fem)














































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong