Spot Viral New York Bak 'Neraka', Diprediksi Makin Parah Saat Piala Dunia 2026

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Spot Viral New York Bak 'Neraka', Diprediksi Makin Parah Saat Piala Dunia 2026

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Jumat, 08 Mei 2026 09:25 WIB
Area DUMBO, spot foto favorit wisatawan di Brooklyn, New York
DUMBO di Brooklyn, New York. (Wikimedia Commons/Redd Angelo)
New York -

DUMBO atau Down Under the Manhattan Brigde Overpass yang selama ini viral sebagai spot foto ikonik berlatar Manhattan Bridge kini berubah jadi sumber keresahan warga. Ledakan turis memicu kemacetan, sampah, dan pedagang ilegal dan diprediksi makin parah saat Piala Dunia 2026 di New York City.

Saat Piala Dunia 2026 diperkirakan sebanyak 1.2 juta penggemar sepak bola memadati kota tersebut. Artinya, kedatangan fans bola itu bisa menambah beban di kawasan yang sudah sesak oleh ribuan turis setiap harinya.

Kini, warga menilai kawasan itu bak neraka karena kemacetan dan lingkungan yang semrawut. Mereka mengeluhkan tumpukan sampah yang berbau, populasi tikus yang meningkat, hingga menjamurnya pedagang kaki lima ilegal yang agresif. Padahal, DUMBO merupakan kawasan elite dengan rata-rata sewa apartemen mencapai USD 5.200 atau sekitar Rp 83 juta per bulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip New York Post, Jumat (8/5/2026), salah satu warga setempat, Sheryl Buchhotz, mengaku kawasan tempat tinggalnya selama ini dikenal terbuka bagi pendatang. Namun, kondisi yang kini dipenuhi wisatawan membuatnya merasa sangat terganggu.

"Kualitas hidup di sini anjlok drastis. Ini adalah komunitas yang hebat dan terbuka bagi dunia, tapi sekarang situasinya benar-benar kacau," kata dia.

ADVERTISEMENT

Warga merasa keluhan mereka selama ini tidak didengar oleh pemerintah kota. Meskipun kepolisian sering melakukan penertiban, para pedagang ilegal biasanya kembali hanya dalam hitungan jam, mereka dengan mudah membayar denda karena keuntungan dari turis sangat besar.

"Akan butuh bencana besar sebelum ada sesuatu yang berubah," ujar warga lainnya, Tara Quinn.

Masalah utama di Washington Street, titik paling populer untuk berswafoto, bukanlah kehadiran turis, melainkan kurangnya fasilitas pendukung. Warga lainnya, Jimmy Ng, membandingkan kawasan tempat tinggalnya dengan Times Square yang selalu dipadati jutaan orang.

"Masalahnya bukan orang dilarang datang ke sini, tapi tidak ada dukungan infrastruktur untuk menampung volume massa sebanyak itu," kata Jimmy.

Kekhawatiran warga semakin memuncak karena selain Piala Dunia, akan ada perayaan ulang tahun Amerika Serikat ke-250 pada bulan berikutnya. Tanpa koordinasi keamanan dan kebersihan yang matang, warga khawatir layanan darurat seperti ambulance tidak akan bisa menembus kepadatan massa.

Dewan Kota setempat, Lincoln Restler, mengakui bahwa pemerintah belum memiliki rencana terpadu untuk menangani lonjakan turis ini. Ia tengah mengupayakan undang-undang untuk mengatur pariwisata di DUMBO, meski prosesnya memakan waktu berbulan-bulan.

"Saya tahu orang-orang merasa frustrasi. Kita harus melakukan yang lebih baik," ujar Restler.




(upd/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads