Tersangka predator seks dari Pati akhirnya ditangkap polisi. Saat ditangkap, AS mengaku sedang menjalani ritual di Makam Raden Gunungsari Wonogiri.
Pelaku dugaan pemerkosaan terhadap para santriwati di Pati, AS mengaku kepada polisi sedang menjalani laku spiritual saat bersembunyi di rumah warga dekat kompleks makam Raden Gunungsari di Desa Bakalan, Purwantoro, Wonogiri.
Kepala Desa Bakalan, Sutanto, mengatakan AS datang dan bersembunyi di salah satu rumah warganya di dekat Gedong Giong, komplek makam Raden Gunungsari, pada Rabu (6/5) pagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Informasi dari warga yang menerima tamu, (AS) hari Rabu masuk Desa Bakalan. Naik ojek dari Kecamatan Purwantoro, jam 7 pagi. Di Bakalan ganti ojek untuk menuju puncak itu, jaraknya sekira 1 km dari permukiman warga yang ramai. (AS) Menuju ke salah satu rumah warga, menginap di sana," kata Sutanto kepada awak media, Kamis (7/5).
Sutanto menjelaskan, warganya tidak tahu menahu jika AS merupakan buronan polisi atas kasus pemerkosaan santriwati di Pati. Warga juga tidak ada yang mengenali AS.
AS kemudian menumpang beristirahat di rumah warga dekat Gedong Giong. Di rumah itu, AS diterima si pemilik rumah tanpa rasa curiga. Sebab, peziarah makam Raden Gunungsari sering beristirahat di sana.
"(Warga) Tidak kenal, cuma numpang karena lokasi rumah berdekatan dengan makam. Rumahnya warga ini sering digunakan mampir peziarah, bukan juru kunci juga, rumahnya cuma dekat saja, jadi digunakan untuk mampir," ucap Sutanto.
Kepada warga setempat, AS mengaku sedang melakukan ritual. AS mengaku disuruh oleh gurunya untuk berziarah ke makam Raden Gunungsari di Wonogiri.
"Ceritanya yang bersangkutan mengaku disuruh gurunya berpuasa tiga tahun. Saat ini baru dapat tiga bulan, terus disuruh ke sini. Warga tidak curiga, tidak ada yang tahu. Tempatnya itu juga jauh dari permukiman. Memang biasa datang orang luar kota yang berziarah, jadi tidak ada yang curiga," kata Sutanto.
Warga desa juga tidak ada yang mengetahui proses penangkapan AS oleh polisi. Sebab, AS ditangkap setelah keluar dari rumah itu dengan meminjam motor dan beralasan hendak menemui temannya.
"Warga tidak tahu penangkapannya karena pagi, tapi yang dekat (lokasi) ada yang dengar suara tembakan satu kali. Mungkin cuma peringatan," ujar dia.
"Ditangkapnya sudah bukan di rumah warga. Pagi itu pinjam sepeda motor, ngakunya untuk bertemu temannya. Lha pas keluar dan di jalan itu ditangkapnya," imbuhnya.
Kasat Reskrim Polres Wonogiri Iptu Agung Sadewo membenarkan penangkapan AS dilakukan oleh tim dari Polda Jateng dan Polresta Pati.
"Kita hanya memback-up saja dari Polda (Jateng) dan Polresta Pati. Locus kejadiannya di Pati, di sini hanya tempat pelarian saja," kata Agung.
AS ditangkap setelah mangkir dari pemeriksaan polisi atas kasus dugaan pemerkosaan terhadap sejumlah santriwati di ponpesnya di Pati. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya 1 kerudung warna hitam dan celana dalam.
--------
Artikel ini telah naik di detikJateng.
(wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
'Dulu Ramai Sekali, Sekarang Sepi Seperti Kota Mati'
Setuju atau Tidak Bandara Husein & Adisutjipto Dibuka Lagi?
Ribuan Vila Terancam Delisting, Pemerintah Tegaskan Bukan Mempersulit Usaha