Viral Bus Pariwisata di Tasikmalaya Kena Pungli, Begini Kata Polisi

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Viral Bus Pariwisata di Tasikmalaya Kena Pungli, Begini Kata Polisi

Deden Rahadian - detikTravel
Minggu, 10 Mei 2026 10:10 WIB
Bus wisatawanan. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi bus pariwisata (Dikhy Sasra/detikcom)
Tasikmalaya -

Viral di media sosial, video penghadangan bus pariwisata di Jalan Raya Mangunreja, Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya. Bus itu dinarasikan dihadang pelaku pungli.

Pelaku yang menghadang bus pariwisata itu berusaha untuk melakukan pungutan liar. Rekaman video ini pun memicu beragam komentar warganet di Jawa Barat.

Polisi pun turun tangan memberikan penjelasan. Kasi Humas Polres Tasikmalaya, Aipda Triana Anggasari, memastikan peristiwa tersebut bukan kejadian baru, melainkan peristiwa lama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa cekcok di bus pariwisata itu terjadi sekitar November 2025 dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan saat itu juga.

"Video yang viral itu kejadiannya bulan November 2025, sekitar pukul 15.30 WIB di Kp. Padanaan, Desa Cilolohan, Kecamatan Tanjungjaya. Baru diunggah ke Instagram, Facebook, dan TikTok pada Mei 2026 ini," kata Triana, Jumat (8/5).

ADVERTISEMENT

Triana memastikan penyebab perselisihan bukan gegara pungutan liar. Menurut laporan Polsek Tanjungjaya, kejadian bermula saat bus pariwisata berpapasan dengan mobil pikap.

Karena jarak terlalu dekat, kedua kendaraan akhirnya sempat berserempetan. Pelaku diketahui bernama Edi dan berprofesi sebagai sopir pikap.

Edi yang dinarasikan memalak, langsung turun dari mobil pikapnya dan mengejar bus. Edi bukan hendak memalak bus pariwisata, melainkan meluruskan kejadian penyerempetan kendaraannya.

"Setelah dapat mengejar bus, Edi memberhentikan bus pariwisata tersebut. Terjadi percekcokan antara Edi dengan sopir bus beserta penumpang," jelas Triana.

Suasana sempat memanas karena banyak warga ikutan berkumpul. Namun warga sekitar sigap melerai dan membantu memediasi kedua belah pihak di lokasi.

Akibat serempetan itu, bagian saung atau penutup atas mobil pikap milik Edi rusak. Sementara bus pariwisata alami kerusakan di bagian spion.

"Kerugian tidak besar. Mobil bak rusak bagian saung, bus pecah spion kanan. Saat itu juga diselesaikan warga dengan musyawarah. Sopir bus mengganti kerugian Rp 200 ribu ke pemilik mobil bak," ujar Aipda Triana.

Triana pun mengimbau masyarakat agar bijak bermedia sosial. Jangan mudah menyebarkan video lama yang bisa memicu keresahan baru.

"Kalau ada kejadian di jalan, selesaikan baik-baik. Jangan sampai viral malah menimbulkan persepsi negatif. Kami sudah mediasi dan beri pemahaman ke masyarakat," tutupnya.

Edi juga menyampaikan klarifikasi melalui video. Dia pastikan bukan preman kampung yang memalak.

"Saya pastikan saya bukan preman kampung apalagi memalak bus pariwisata. Melainkan bak saya serempetan dengan bus," kata Edi.


-------

Artikel ini telah naik di detikJabar.




(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads