Di Balik Keindahannya, Pantai Kelingking-Broken Beach Ternyata Belum Dialiri Air Bersih

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Di Balik Keindahannya, Pantai Kelingking-Broken Beach Ternyata Belum Dialiri Air Bersih

Sui Suadnyana, Fatih Kudus Jaelani - detikTravel
Rabu, 13 Mei 2026 15:10 WIB
Objek wisata pantai kelingking di Desa Bunga Mekar, Nusa Penida beberapa waktu lalu. (Putu Krista/detikBali)
Objek wisata pantai kelingking di Desa Bunga Mekar, Nusa Penida (Putu Krista/detikBali)
Jakarta -

Di balik keindahannya yang memikat turis mancanegara, pantai Kelingking dan Broken Beach di Nusa Penida ternyata belum dialiri oleh air bersih.

Pantai Kelingking dan Broken Beach selama ini menjadi andalan sektor pariwisata di Nusa Penida. Mirisnya, meski selama ini banyak mendulang cuan dari wisatawan mancanegara, dua destinasi wisata itu malah belum teraliri air bersih.

Kepala Desa (Kades) Bunga Mekar, I Wayan Yasa, menerangkan saluran air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mahottama Klungkung sudah mengalir di desanya. Namun, belum sampai ke Pantai Kelingking dan Broken Beach.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau sambungan ke rumah warga yang sudah terpasang selama ini lancar, tetapi memang di objek wisata Pantai Kelingking dan Broken Beach belum terpasang," kata Yasa, Selasa (12/6/2026).

ADVERTISEMENT

PDAM Klungkung malah baru akan membangun saluran air bersih dengan investasi sekitar Rp 700 juta di sana. Padahal seharusnya, kedua objek wisata di Desa Bunga Mekar itu sudah tuntas dengan kebutuhan air bersih.

"Untuk Kelingking Beach, tahun ini kami mau investasi di sana," kata Direktur PDAM Klungkung, Nyoman Renin Suyasa, saat ditemui detikBali di ruangannya.

Suyasa menerangkan sejauh ini saluran air bersih sudah menjangkau Desa Bunga Mekar termasuk di Kelingking Beach. Namun, belum ada jaringan khusus untuk area di wisata pantai.

"Tim kami sudah melakukan perhitungan kelayakan karena biaya pembuatan jaringan tidak kecil sehingga kami harus menghitung dulu potensi pendapatan dari sana. Dan dari sejumlah hotel yang ada, juga yang akan dibangun di sana, litbang kami mengatakan layak dan kami siap berinvestasi," ungkap Suyasa.

Sebagai perusahaan daerah, perhitungan pendapatan dari setiap investasi pembangunan saluran baru sangat penting. Mengingat selain keharusan menyalurkan air bersih bagi masyarakat, pendapatan sebagai sebuah perusahaan juga harus diperhitungkan.

PDAM Klungkung juga tengah mempersiapkan pembangunan saluran untuk kawasan Broken Beach. Namun, persiapan itu terkendala kepastian kepemilikan jalan.

"Broken Beach ini kami juga mau investasi, tetapi masih ada kendala kepastian jalan. Meskipun dikatakan sudah dihibahkan ke daerah, tetapi kepastian ini belum kamk terima. Nanti kita masang jaringan, terus status jalan bermasalah, kan kita juga yang bermasalah," terang Suyasa.

Suyasa mengklaim seluruh desa di Nusa Penida sebenarnya sudah teraliri air bersih PDAM. Air tersebut berasal dari dua sumber mata air di pulau tersebut dan mesin penyulingan air laut Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di Pulau Ceningan.

"Sebenarnya semua desa di Klungkung ini sudah terlayani. Tinggal Desa Pejukutan di Nusa Penida yang belum. Dan tahun ini akan masuk sambungan ke sana. Jika masuk ke sana, maka 100% sudah terlayani," jelas Suyasa.


--------

Artikel ini telah naik di detikBali.




(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads