Selain dikenal dengan pesona alamnya, Sulawesi Utara juga memiliki destinasi budaya yang unik yang traveler wajib dikunjungi yaitu Situs Waruga.
Situs megalitik kubur Waruga adalah destinasi wisata budaya yang tersebar di Kabupaten Minahasa Utara, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Minahasa Selatan di provinsi Sulawesi Utara.
Waruga adalah peti mati atau tempat pemakaman yang terbuat dari batu. Umumnya, Waruga terdiri dari dua bagian, yaitu badan dan penutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagian badan terbuat dari batu dengan bentuk kubus, persegi panjang, bulat, dan heksagonal. Bentuk penutup biasanya menyerupai atap rumah.
Pada masa lalu, kubur-kubur waruga itu berada di halaman belakang atau sekitar rumah. Tiap rumah memiliki satu kubur batu atau lebih.
Situs Waruga di Sulawesi Utara Foto: (dok. Hari Suroto/Istimewa) |
Waruga dapat diartikan sebagai moruga (direbus), maruga (melebur), wale ruga (rumah untuk jasad yang membusuk), wale morgha (rumah untuk jasad yang dikeringkan).
Mayat yang dikuburkan dalam posisi jongkok, sebagai simbol agar si mati mengalami kelahiran kembali di alam arwah. Setelah mayat dimasukkan, maka pintu kubur batu akan ditutup lagi.
Untuk menghindari bau mayat yang membusuk tercium ke luar, maka celah antara tutup dan wadah akan ditutup dengan lumpur tebal atau tanah liat.
Waruga adalah kapsul waktu dari masa lalu yang berisi pesan-pesan nilai dari nenek moyang etnis Minahasa. Waruga kaya dengan hiasan dekoratif yang diukir pada tubuh dan tutupnya. Motifnya biasanya berupa antropomorfik, flora, fauna dan geometris.
Selama ini, situs Waruga menjadi destinasi pilihan buat turis-turis bule di sela-sela waktu mereka berkunjung ke Bunaken.
Bagi traveler yang akan berkunjung ke situs Waruga, sebelumnya dapat menghubungi juru pelihara yang ditugaskan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara di situs tersebut.
---------
Artikel ini ditulis oleh Hari Suroto. Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara.
(wsw/wsw)













































Komentar Terbanyak
'Dulu Ramai Sekali, Sekarang Sepi Seperti Kota Mati'
Setuju atau Tidak Bandara Husein & Adisutjipto Dibuka Lagi?
Ribuan Vila Terancam Delisting, Pemerintah Tegaskan Bukan Mempersulit Usaha