Arief Wibisono, mahasiswa Program Magister Teknik Lingkungan ITB hilang di gunung Puntang. Selama 2 malam, Arief mencoba bertahan hidup di dasar jurang.
Mahasiswa S2 ITB angkatan 2024 itu dilaporkan hilang di kawasan Gunung Puntang, Kabupaten Bandung pada Sabtu (9/5). Arief ditemukan ditemukan dalam kondisi selamat pada Senin (11/5) oleh warga dan petugas gabungan tim SAR.
Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB Nita Yuanita mengatakan Arief sudah dirawat di rumah sakit dan diserahterimakan kepada pihak keluarga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Update terakhir, barusan Arief sudah diserahterimakan kepada keluarga, pihak FTSL, Prodi, dan IATL mendampingi sampai selesai. Kami masih di rumah sakit (RSUD) Bedas Arjasari bersama Arief dan keluarga," kata Nita.
Kisah Arief Bertahan Hidup di Gunung Puntang
Perjalanan Arief bertahan hidup di Gunung Puntang ternyata penuh drama. Berdasarkan penuturan polisi, kejadian bermula saat rombongan mahasiswa itu turun menuju base camp Pasirkuda. Namun di tengah perjalanan, Arief berjalan lebih cepat dan meninggalkan dua rekannya.
"Informasi dari korban. Pada saat pulang dari Puncak Mega korban jalan cepat dan salah arah seharusnya ke arah Pasirkuda malah ke arah basecamp PGPI (Persatuan Gunung Puntang Indonesia) yang berada di Banjaran," ujar Kapolsek Pameungpeuk, Kompol Asep Dedi.
Saat berjalan sendirian itulah Arief diduga terpeleset dan masuk ke jurang sedalam sekitar 6 hingga 7 meter di gunung Puntang.
"Korban mengalami luka lecet kejadian tersebut sekitar jam 16.00 hari Sabtu tanggal 9 Mei 2026," katanya.
Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB, Nita Yuanita, membenarkan keterangan tersebut. Dia menyebut Arief sempat terperosok ke jurang dan tak bisa kembali naik ke jalur pendakian.
"Jadi dia jatuh, terperosok ke jurang 6-7 meter, lalu tidak bisa naik ke atas ke jalur, jadi membuka jalur menyusuri sungai," tutur Nita.
Dalam kondisi terluka dan sendirian, Arief terpaksa bertahan hidup di dasar jurang. Ia bermalam di lokasi jatuhnya sebelum akhirnya mulai menyusuri aliran sungai keesokan harinya.
"Pada saat itu korban bermalam di tempat jatuh dan pada hari Minggu 10 mei 2026 jam 06.00 WIB. Korban langsung menyusuri sungai (karena jatuh hampir dekat sungai) hingga jam 18.00 WIB," jelas Asep.
Namun perjalanan itu belum berakhir. Arief kembali bermalam di pinggir sungai sebelum melanjutkan pencarian jalan keluar pada Senin pagi.
"Pada hari Minggunya, korban jalan lagi dan jam 09.30 WIB bertemu petani kopi di daerah Jadipa Banjaran, Desa Mekarjaya dan selanjutnya petani memberi tahukan ke petugas pencarian korban," ucapnya.
Pertemuan dengan petani kopi itulah yang menjadi titik terang pencarian. Tim gabungan kemudian bergerak melakukan evakuasi dan membawa Arief ke RSUD Bedas Arjasari untuk mendapatkan penanganan medis.
Nita menyebut kondisi Arief mengalami luka-luka, meski demikian ia dipastikan masih dalam keadaan sadar.
"Kondisi Arief, mengalami luka di sekujur tubuh (goresan), dan ada memar di tubuh. Saat ini posisi menunggu hasil rontgen," ujarnya.
Meski harus melewati dua malam penuh ketidakpastian di tengah hutan Gunung Puntang, Arief dipastikan selamat dan kini telah kembali bersama keluarganya.
"Alhamdulillah masih diberi keselamatan," pungkas Nita.
-------
Artikel ini telah naik di detikJabar, bisa dibaca selengkapnya di sini dan di sini.
Simak Video "Video: Pencarian Pendaki Hilang di Buking Mongkrang Diperpanjang Jadi Tujuh Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
'Dulu Ramai Sekali, Sekarang Sepi Seperti Kota Mati'
Setuju atau Tidak Bandara Husein & Adisutjipto Dibuka Lagi?
Ribuan Vila Terancam Delisting, Pemerintah Tegaskan Bukan Mempersulit Usaha