Memalukan! Bos Travel di Labuan Bajo Tipu Turis Rp 85 Juta buat Main Judol

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Memalukan! Bos Travel di Labuan Bajo Tipu Turis Rp 85 Juta buat Main Judol

Ambrosius Ardin - detikTravel
Rabu, 13 Mei 2026 19:10 WIB
Sejumlah kapal wisata di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT)
Ilustrasi kapal di Labuan Bajo (ANTARA FOTO/Gecio Viana)
Manggarai Barat -

Bos travel agent di Labuan Bajo melakukan penipuan ke turis asing dengan nominal Rp 85,2 juta. Uang itu ternyata digunakan buat main judi online (judol).

Bos travel Labuan Bajo Top itu sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh polisi. Dia bernama Kristoforus Aman alias Itok Aman (32) asal Rana Mbeling, Kecamatan Kota Komba Utara, Manggarai Timur, NTT.

Dia kini ditahan di sel tahan Polres Manggarai Barat sejak 9 Mei 2026. Itok Aman menggunakan uang hasil penipuan itu untuk judi online (judol) dan membeli kebutuhan hariannya seperti rokok hingga bahan bakar minyak (BBM).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Uang yang dikirim oleh agen travel asal Malaysia tersebut digunakan oleh KA untuk judi online dan juga untuk membeli keperluan sehari hari, makan, minum, rokok, bensin, dan lain-lain," ungkap Kanit Pidum Satreskrim Polres Manggarai Barat, Ipda Nikolaus Nikson Bunganen, Selasa (12/5/2026).

Duduk Perkara Penipuan

Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya pun menjelaskan duduk perkara kasus penipuan tersebut. Kasus bermula saat korban berinisial SS (34), seorang karyawan swasta asal Malaysia, mewakili rombongannya melakukan transaksi dengan agen travel milik Itok Aman sejak Maret hingga Mei 2026.

ADVERTISEMENT

Dana Rp 85,2 juta tersebut disetorkan untuk paket wisata premium, termasuk sewa kapal MY MOON selama 4 hari 3 malam serta biaya masuk TN Komodo. Namun, rombongan wisatawan asal Malaysia dan Singapura itu menerima kenyataan pahit saat tiba di Labuan Bajo, Kamis (7/5).

Rombongan wisatawan yang terdiri dari 8 orang dewasa dan 2 anak-anak itu tidak bisa menginap di Hotel Flamingo Avia yang telah dipesan. Rombongan wisatawan justru diantar ke Hotel Green Perundi. Pihak kapal wisata juga tidak kunjung memberi kepastian karena ternyata belum mendapatkan pembayaran dari Itok Aman.

"Korban sudah bayar lunas untuk hotel yang diinginkan, tapi sesampainya di sini korban justru dibawa ke hotel yang tidak sesuai kesepakatan. Terlapor juga sangat sulit dihubungi saat korban butuh kejelasan," terang Lufthi.

Ipda Niko menambahkan wisatawan tak berkomunikasi langsung dengan Itok Aman saat membeli paket wisata ke Taman Nasional Komodo. Komunikasi dengan Itok dilakukan melalui agen travel di Malaysia bernama Trip Adikberadik.

"Komunikasi melalui pesan WhatsApp. Wisatawan tidak pernah berkomunikasi langsung dengan KA karena wisatawan juga memakai jasa agen travel asal Malaysia tersebut," terang Niko.

Ia mengatakan Itok Aman pernah menjual paket wisata ke agen travel di Malaysia tersebut pada pada 2025. Ketika itu tak ada persoalan. Karena itu agen travel Trip Adikberadik kembali menggunakan jasa Itok Anam pada tahun ini untuk perjalanan wisata rombongan turis Malaysia dan Singapura tersebut.

"Pada tahun 2025 KA sudah pernah menjual paket wisata dengan agen travel asal Malaysia yaitu Trip Adikberadik dan semuanya berjalan lancar dan tidak ada masalah sehingga sudah ada kepercayaan dari agen travel tersebut kepada KA," ujar Niko

"Oleh karena itu pada bulan Maret 2026 agent travel Trip Adikberadik kembali menghubungi KA untuk membeli paket wisata sama seperti tahun 2025," imbuh dia.

Namun, mereka akhirnya menjadi korban penipuan. Beruntung rombongan wisatawan tersebut tetap bisa melanjutkan perjalanan wisata mereka di Labuan Bajo.

Dengan bantuan koordinasi pihak kepolisian dan otoritas setempat, mereka akhirnya berangkat menuju TN Komodo menggunakan kapal lain, KM Gajah Putih.

"Meski sempat mengalami kendala, korban dan rombongannya tetap melanjutkan wisata ke kawasan TNK dengan kapal pengganti demi menikmati sisa liburan di Labuan Bajo," ujar Lufthi.

Bukan Anggota ASTINDO dan ASITA

Agen travel Labuan Bajo Top milik Itok Aman tersebut ternyata diketahui tidak terdaftar sebagai anggota asosiasi agen travel manapun, baik Astindo maupun Asita.

"Pelaku maupun entitas perusahaan tersebut bukan anggota Astindo," tegas pelaksana tugas (Plt) Ketua Astindo Provinsi NTT Ignasius Suradin.

Hal senada disampaikan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita).

"Bukan anggota Asita," tegas Ketua DPD Asita NTT, Oyan Kristian.

Tidak Punya Kantor di Labuan Bajo, Jualan Cuma via Instagram

Travel agen milik Itok Aman juga diketahui tidak memiliki kantor di Labuan Bajo. Itok Aman hanya menjual paket wisata melalui akun Instagram (IG).

"Agen travel milik KA (Itok Aman) tidak mempunyai kantor dan KA menjual paket wisata hanya menggunakan akun instagram yang diakses menggunakan HP," ungkap Niko, Selasa (12/5/2026).

Terkait izin usaha travel, Niko menyebut Itok Aman mengaku sudah memilikinya. Namun, dia tidak bisa menunjukkan izin tersebut.

"Menurut dia ada (izin), tapi dia tidak bisa menunjukan saat diperiksa," kata Niko.


---------

Artikel ini telah naik di detikBali, bisa dibaca selengkapnya di sini dan di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Terlalu, Pria Aniaya-Ancam Ayahnya Pakai Parang gegara Judol"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads