Kota Ushuaia di Argentina yang dikenal sebagai 'ujung dunia' tengah menjadi sorotan global. Bukan karena keindahannya, melainkan tudingan bahwa kota ini menjadi titik nol penyebaran virus Hanta di kapal pesiar MV Hondius.
Kapal MV Hondius saat ini tengah bersandar di Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol. Seluruh penumpang dievakuasi dan dipulangkan setelah virus itu merebak di tengah pelayaran yang dimulai dari Ushuaia pada 1 April lalu.
Ushuaia merupakan kota paling selatan di dunia yang berada di ujung Argentina, dikelilingi pegunungan bersalju, hutan, dan Laut Beagle. Kota itu menjadi gerbang menuju Antartika. Destinasi wisata unggulan di sini adalah Tierra del Fuego National Park (taman nasional dengan jalur trekking, danau, dan hutan Patagonia), Beagle Channel (pelayaran melihat singa laut, penguin, dan mercusuar), End of the World Train (kereta wisata bersejarah melewati pemandangan alam selatan), dan Martial Glacier (tempat hiking dan panorama kota dari ketinggian).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kota Ushuaia di Argentina (CNN Travel) |
Menanggapi kabar tersebut, otoritas kesehatan Provinsi Tierra del Fuego bergerak cepat memberikan klarifikasi. Direktur Jenderal Epidemiologi dan Kesehatan Lingkungan setempat, Juan Facundo Petrina, menegaskan bahwa wilayahnya bersih dari catatan virus Hanta.
"Dalam sejarah Tierra del Fuego, kami tidak pernah memiliki catatan kasus virus hanta," kata Petrina dalam keterangannya seperti dikutip dari BBC, Kamis (14/5/2026).
Dia menambahkan bahwa sejak penyakit ini wajib dilaporkan pada 1996, belum ada satu pun kasus yang ditemukan di wilayahnya. Menurut Petrina, secara biologis sangat sulit bagi virus tersebut untuk berkembang di Ushuaia karena faktor iklim dan geografis.
"Kami tidak memiliki subspesies tikus ekor panjang (pembawa virus). Kondisi iklim di sini, baik kelembapan maupun suhu, sangat berbeda dengan Patagonia utara. Selain itu, kami adalah pulau, tikus harus menyeberangi Selat Magellan untuk menginfeksi spesies lokal dan itu hambatan besar," ujar dia.
Investigasi Pemerintah Pusat
Meski dibantah oleh otoritas lokal, Pemerintah Argentina tetap menurunkan tim ahli ke Ushuaia. Investigasi difokuskan pada area pembuangan sampah di pinggiran kota, tempat yang sering dikunjungi turis untuk pengamatan burung namun juga menjadi sarang tikus.
Ushuaia, ota paling ujung di bumi. (gemaperdana8/d'Traveler) |
Epidemiolog dari Rumah Sakit Anak Ricardo Gutierrez Buenos Aires, Eduardo Lopez, menekankan pentingnya riset mendalam karena adanya perubahan ekosistem. "Kasus ini butuh studi lebih lanjut. Tikus kerdil ekor panjang yang habitat aslinya di Andes kini mulai ditemukan di wilayah lain," ujar Lopez.
Dampak Ekonomi dan Respons Wisatawan
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Ekonomi Ushuaia sangat bergantung pada pariwisata kapal pesiar. Juan Manuel Pavlov dari Institut Pariwisata Fuegian menyebutkan bahwa lebih dari 95% kapal menuju Antartika berangkat dari pelabuhan mereka.
Kota Ushuaia di Argentina (CNN Travel) |
"Industri kapal pesiar adalah fondasi ekonomi provinsi kami. Kami tidak ingin isu ini menutupi upaya kami dalam memprioritaskan kesehatan," kata Pavlov.
Di pelabuhan, aktivitas wisata terpantau masih normal. Para turis tetap menjalankan agenda perjalanan mereka tanpa rasa cemas berlebih.
"Kami baru tahu kabar ini sehari sebelum terbang. Tapi karena belum ada kasus terkonfirmasi di sini, kami datang dengan tenang sambil tetap menjaga protokol keamanan," kata wisatawan asal Venezuela, David Bomparp.
Pernyataan senada diungkapkan wisatawan asal Kosta Rika, Jordan Bermudez. "Kota ini cukup tenang, semua tur berjalan normal sesuai rencana kami," dia menambahkan.
Hingga kini, otoritas kesehatan masih melacak jejak perjalanan pasangan asal Belanda yang diduga sebagai suspek pertama. Dugaan sementara, mereka terinfeksi saat berada di wilayah pegunungan Patagonia utara, sekitar dua hingga empat minggu sebelum naik ke kapal, bukan di Ushuaia namun kepastian asal-usul virus ini masih menunggu hasil investigasi menyeluruh di Tenerife.
(upd/fem)















































Komentar Terbanyak
Kalau Budget Bukan Jadi Masalah, Mau Liburan ke Mana?
Hotel-hotel Mewah Dubai Meratap, Jual Kemewahan dengan Diskon 50%
Presiden Jerman Mau ke RI, Bertemu Prabowo dan Susuri Terowongan Silaturahmi