Harta Karun Berumur 131 Tahun di Museum Zoologi Bogor

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Harta Karun Berumur 131 Tahun di Museum Zoologi Bogor

Hans Wilhem - detikTravel
Kamis, 14 Mei 2026 11:59 WIB
Badak di Museum Zoologi Bogor
Museum Zoologi Bogor (istimewa/lipi.go.id)
Bogor -
Museum Zoologi di kawasan Museum Zoologi Bogor menjadi salah satu destinasi wisata edukasi favorit bagi masyarakat. Sejumlah pengunjung tampak melihat serta memperhatikan koleksi satwa yang dipamerkan di berbagai ruang display museum tersebut.Museum Zoologi di kawasan Museum Zoologi Bogor menjadi salah satu destinasi wisata edukasi favorit bagi masyarakat. (Muhammad Farrel / detikfoto)

Berdiri megah di jantung kota Bogor, Museum Zoologi Bogor (Museum Zoologicum Bogoriense) bukan sekadar deretan lemari kaca berisi hewan yang diawetkan. Tempat ini adalah kapsul waktu yang menyimpan catatan biodiversitas Indonesia selama lebih dari satu abad.

"Museum ini sudah hampir 131 tahun. Didirikan tahun 1894 oleh Dr. J.C. Koningsberger, orang Jerman yang menetap di Belanda," ujar Hasan yang memandu detikTravel di terletak di area Kebun Raya Bogor, di Jalan Ir. H. Juanda Nomor 9, Bogor, Selasa (12/5/2026).

Sungguh mengejutkan ketika menyadari bahwa museum ini, yang kini menjadi tempat favorit para pengunjung, awalnya hanyalah sebuah laboratorium kecil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara historis, peran fasilitas ini tidak berfokus pada penyelenggaraan pameran, namun tempat ini berfungsi terutama sebagai pusat penelitian yang didedikasikan untuk mempelajari serangga hama tanaman yang dikumpulkan dari Kebun Raya Bogor.

Infografis Museum Zoologi di KRB, BogorInfografis Museum Zoologi di KRB, Bogor (dok. detikTravel - Sumber: hasil wawancara diolah dengan bantuan AI)

Terinspirasi oleh sebuah museum di Colombo, Sri Lanka, laboratorium ini telah berkembang menjadi museum sejarah alam terbesar di negara ini.

ADVERTISEMENT

Kunjungan detikTravel daya tarik utama museum ini terletak pada sebuah struktur yang unik, kerangka lengkap seekor paus biru (Balaenoptera musculus).

Kisah di baliknya sungguh legendaris. Seekor paus ditemukan terdampar di Pantai Pameungpeuk, Garut, pada 1916. Keberhasilan pengangkutannya ke Bogor menjadi pencapaian luar biasa dalam bidang logistik pada masa itu.

"Nah ini dibawa ke Bogor menggunakan kereta batubara selama 44 hari, tiba di sini baru disusun kembali. Bagian ekornya palsu replika, karena tulangnya kan rawan ya cepat busuk, jadi kita buat tiruannya," kata Hasan.

Museum Zoologi di kawasan Museum Zoologi Bogor menjadi salah satu destinasi wisata edukasi favorit bagi masyarakat. Sejumlah pengunjung tampak melihat serta memperhatikan koleksi satwa yang dipamerkan di berbagai ruang display museum tersebut.Paus ditemukan terdampar di Pantai Pameungpeuk, Garut, pada 1916. (Muhammad Farrel / detikfoto)

Bergeser ke ruang mamalia, suasana terasa lebih personal. Hasan menunjuk pada sesosok badak jawa yang tampak gagah, tetapi menyimpan cerita pilu. Badak itu ditemukan di Tasikmalaya pada 1914 setelah tersesat dari habitatnya di Ujung Kulon.

"Dulu ada sepasang. Yang betina diburu oleh orang tidak bertanggung jawab. Karena takut yang jantan bernasib sama, akhirnya diputuskan untuk dibawa ke sini tahun 1934," kata Hasan.

Badak tersebut sempat stres dan menolak makan karena kehilangan pasangannya, hingga akhirnya kini diabadikan melalui teknik taksidermi agar generasi mendatang tetap bisa melihat sosoknya.

Museum Zoologi di kawasan Museum Zoologi Bogor menjadi salah satu destinasi wisata edukasi favorit bagi masyarakat. Sejumlah pengunjung tampak melihat serta memperhatikan koleksi satwa yang dipamerkan di berbagai ruang display museum tersebut.Ruang imersif di Museum Zoologi di kawasan Kebun Raya Bogor. (Muhammad Farrel / detikfoto)

Meski berusia ratusan tahun, Museum Zoologi tak mau ketinggalan zaman. Kini, terdapat ruang imersif yang menjadi spot favorit generasi Z untuk berswafoto maupun membuat konten sinematik.

Total ada 954 jenis hewan yang dipamerkan di sini. Menariknya, hampir 90% koleksi adalah asli (taksidermi), kecuali beberapa spesimen seperti ular, ikan, dan katak yang menggunakan replika gips karena tingkat kesulitan pengawetan kulitnya.

Informasi Kunjungan dan Tiket

Bagi traveler yang ingin berkunjung, Museum Zoologi menawarkan edukasi mendalam tentang pentingnya konservasi. Koleksi yang dibersihkan secara rutin dengan kuas dan vakum, serta dirawat dengan semir kulit khusus, memastikan setiap spesimen tampak hidup seolah menyapa para tamu yang datang.

Museum ini Buka setiap harinya. Untuk weekdays dibuka sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dengan harga tiket Rp 15.000/orang. Di akhir pekan, museum itu buka mulai pukul 07.00 WIB hingga 16.00 WIB dengan harga tiket Rp 25.000/orang. Anak dengan tinggi di bawah 90 cm tidak dikenakan tarif atau gratis.




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads