Rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membangun gapura raksasa di Washington, D.C. memicu kekhawatiran soal keselamatan penerbangan. Proyek "triumphal arch" setinggi hingga sekitar 279 kaki (85 meter) itu kini sedang dikaji oleh FAA karena berada dekat jalur udara tersibuk di AS.
Dikutip dari CNN, Kamis (14/5/2026), Departemen Dalam Negeri AS meminta FAA melakukan studi aeronautika resmi terhadap struktur setinggi sekitar 250 kaki atau sekitar 76 meter tersebut. Jika dihitung dengan elevasi tanah lokasi pembangunan, total tingginya mencapai 279 kaki atau sekitar 85 meter.
Monumen itu bakal dibangun di ujung Memorial Bridge, tepat di seberang Lincoln Memorial. Jaraknya, kurang dari dua mil dari Bandara Ronald Reagan Washington. Lokasi itu berada di koridor penerbangan yang sangat padat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menjangkau bandara itu, pilot-pilot harus bermanuver melewati berbagai landmark penting di Washington DC, seperti Pentagon dan Washington Monument. Nah, pembangunan monumen baru Trump itu dinilai berpotensi membuat situasi semakin rumit.
Kawasan udara di sekitar Bandara Reagan memang memiliki catatan kurang sip terkait kecelakaan pesawat. Di area itu pernah terjadi kecelakaan udara fatal yang melibatkan pesawat American Airlines dan helikopter Black Hawk.
FAA bahkan telah memperketat berbagai protokol keselamatan penerbangan di area tersebut.
Menurut FAA lebih dari 900 penerbangan komersial lepas landas dan mendarat di Reagan National Airport hanya dalam tempo satu hari, pada Senin lalu.
Sesuai aturan FAA, bangunan dengan tinggi lebih dari 200 kaki yang berpotensi mengganggu ruang udara wajib menjalani evaluasi khusus. Proses peninjauan biasanya memakan waktu 45 hingga 90 hari, bahkan dalam praktiknya bisa berlangsung hingga sembilan bulan.
Selain itu, ada juga kekhawatiran di internal pemerintahan terkait proses persetujuan proyek tersebut. Mereka menilai badan-badan pemerintah yang akan meninjau proyek kemungkinan besar tetap akan meloloskannya.
"Saya khawatir terlepas dari cacat apa pun dalam desain lengkungan itu, proyek ini akan tetap dipaksakan lolos oleh lembaga pemerintah yang harus menyetujuinya," kata seorang sumber yang dekat dengan komite peninjau proyek kepada CNN.
Konsep awal desain monumen tersebut sudah mendapat persetujuan awal dari Commission of Fine Arts. Revisi desain terbaru dijadwalkan dibahas dalam pertemuan pada 21 Mei 2026.
(upd/fem)












































Komentar Terbanyak
Setuju atau Tidak Bandara Husein & Adisutjipto Dibuka Lagi?
'Dulu Ramai Sekali, Sekarang Sepi Seperti Kota Mati'
Visa Ditolak, Iran Tuduh AS Diskriminasi Delegasi Timnas Jelang Piala Dunia