Jogjakarta Bakal Punya Wisata Kereta Gantung, Melintasi Tebing Breksi-Candi Miri

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Jogjakarta Bakal Punya Wisata Kereta Gantung, Melintasi Tebing Breksi-Candi Miri

Jauh Hari Wawan S - detikTravel
Kamis, 14 Mei 2026 15:17 WIB
Ilustrasi kereta gantung
Ilustrasi kereta gantung (Getty Images/iStockphoto/Omer Serkan Bakir)
Sleman -

Kabupaten Sleman, DIY tengah menyiapkan destinasi wisata baru berupa kereta gantung Prambanan Heritage Skyline. Wahana itu direncanakan membentang sepanjang 8 kilometer dan menghubungkan beberapa destinasi wisata meliputi Tebing Breksi, Candi Banyunibo, dan Candi Miri.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Kabupaten Sleman, Dona Saputra Ginting, mengatakan dalam kajian awal terdapat tiga segmen utama. Namun, itu bersifat fleksibel dan dapat berubah menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah.

"Itu kajian yang mana kajian itu kan sebagai bahan untuk pengambilan kebijakan. Jadi bisa jadi kebijakannya nanti akan ada sedikit perbedaan dengan kajian," kata Dona akhir pekan lalu dikutip dari detikJogja, Kamis (14/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan pada area 1 akan menjadi lokasi stasiun awal di Candi Banyunibo. Sementara itu, area 2 merupakan stasiun transit area Candi Miri. Terakhir area 3, yakni stasiun akhir yang berada di area Tebing Breksi.

"Ini rencananya, tapi dengan catatan ini masih kajian. Jadi ada kemungkinan penyesuaian," kata dia.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Dona menjelaskan sampai saat ini proses perizinan proyek itu masih berproses. Terutama, terkait dengan KKPR atau Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang.

Sebab, beberapa lahan yang digunakan untuk proyek kereta gantung berstatus Lahan Baku Sawah (LBS) dan Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Oleh karena itu, pihaknya sedang melakukan pembersihan data lahan-lahan tersebut.

"Di tata ruang, kita sekarang prosesnya sedang pengajuan untuk cleansing LBS karena di titik-titik pengembangan itu ada beberapa itu yang masuk LSD, LBS," kata dia.

Dona menambahkan Dispertaru sudah berkoordinasi dengan bupati termasuk Kementerian ATR/BPN untuk selanjutnya mengajukan data LBS ke pemerintah pusat.

"Itu sudah kita usulkan bagian dari cleansing LBS. Jadi, supaya nanti dia tidak termasuk di zona LBS lagi," kata dia.

Infografis Prambanan Heritage Skyline kereta baru di Sleman, YogyakartaInfografis Prambanan Heritage Skyline kereta baru di Sleman, Yogyakarta. (Sumber: data merupakan hasil wawancara, infografis disusun dengan bantuan AI - dok. detikTravel)

Sebelumnya, Kepala DPMPTSP Sleman, Triana Wahyuningsih, mengatakan mendapatkan tawaran investasi di Kapanewon Prambanan. Proyek itu berupa wahana wisata kereta gantung dengan nilai investasi sekitar Rp 200 miliar.

Dia menyebut bahwa ide pembangunan kereta gantung tersebut murni berasal dari investor. Adapun, sikap Pemkab Sleman mendukung setiap investasi yang masuk karena dinilai dapat menambah pendapatan asli daerah (PAD).

"Itu benar-benar ide dari investor. Pemerintah Kabupaten Sleman akan mendukung setiap investasi karena nanti kaitannya dengan penambahan PAD, dengan adanya kereta gantung berarti pajak hiburan dan sebagainya bisa masuk," kata Triana kepada wartawan, Kamis (7/5).

Triana mengatakan Pemkab Sleman turut mendampingi proses perizinan proyek tersebut. Menurutnya, tahapan awal yang harus dipenuhi adalah KKPR atau Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang.

Dari hasil kajian tata ruang, lokasi proyek disebut sesuai untuk pengembangan wisata buatan.

"Untuk awalnya memang harus memiliki KKPR dulu, kesesuaian tata ruang. Kalau tata ruang ini memang sudah sesuai di sana untuk kegiatan pengembangan wisata buatan," kata dia.




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads