Kelahiran bayi Panda bernama Satrio Wiratama (Li Ao) yang akrab disapa Rio mengundang pertanyaan, bagaimana masa depan Rio di Taman Safari Indonesia?
Aswin Sumampau, Direktur Utama Taman Safari Indonesia, menjelaskan bahwa kehadiran panda di Indonesia diatur oleh perjanjian diplomatik internasional dengan pemerintah China. Untuk orang tuanya, Caitao dan Huchun direncanakan akan tetap tinggal di Bogor hingga tahun 2027.
"Panda ini adalah lambang persahabatan Indonesia dan China. Untuk Caitao dan Huchun, perjanjiannya 10 tahun sampai 2027. Setelah itu, akan didiskusikan kembali apakah tetap di sini atau ada pertukaran karena faktor usia," jelas Aswin dalam sesi media update di Istana Panda, Taman Safari Bogor, Jumat (15/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan induknya, Rio memiliki 'masa kontrak' yang lebih singkat. Berdasarkan aturan diplomasi panda global, bayi panda yang lahir di negara peminjam biasanya harus dikembalikan ke China untuk program pengembangbiakan lebih lanjut.
"Sedangkan untuk Rio, batas waktunya adalah 4 tahun sejak kelahirannya. Dalam kurun itu, kita harus memutuskan apakah mengajukan Rio tetap di sini atau dikembalikan ke China," tambah Aswin.
"Sedangkan untuk Rio, batas waktunya adalah 4 tahun sejak kelahirannya. Dalam kurun itu, kita harus memutuskan apakah mengajukan Rio tetap di sini atau dikembalikan ke China," tambah Aswin.
Keputusan tersebut tidak sembarangan. Pihak China akan memantau ketat apakah fasilitas di TSI terus berkembang untuk menampung jumlah panda yang bertambah.
"Memelihara dua panda dengan tiga atau empat panda membutuhkan fasilitas yang berbeda. China akan memantau secara berkala apakah fasilitas kita berkembang dan mencukupi, serta apakah usia panda masih dalam tahap produktif," tegasnya.
Tumbuh Super Cepat
Meski masa depannya masih didiskusikan, saat ini Rio sedang dalam kondisi sangat prima. Tim medis TSI bahkan dibuat terkejut dengan kecepatan pertumbuhan fisiknya yang melampaui rata-rata panda seusianya.
Vice President of Life Sciences TSI, drh. Bongot Huaso Mulia, menceritakan momen unik saat Rio mulai tumbuh gigi lebih awal dari prediksi medis.
Seekor bayi panda bernama Satrio Wiratama menikmati bambu saat menjalani pemeriksaan kesehatan di Istana Panda, Taman Safari Indonesia (TSI), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/5/2026).Bayi panda yang akrab disapa Rio atau Liao tersebut merupakan panda pertama yang lahir di Indonesia. Foto: Gilang Faturahman/detikfoto |
"Kami tahu dia sudah tumbuh gigi justru saat induknya (Huchun) tidak mau menyusui. Ternyata putingnya digigit karena gigi Rio sudah muncul. Ini lebih cepat dari perkiraan kami," ungkap drh. Bongot.
Selain gigi, kemampuan visual, pendengaran, dan cara berjalan Rio menunjukkan grafik yang sangat positif. Hal ini membuktikan bahwa tim medis TSI berhasil menerapkan standar perawatan kelas dunia bagi satwa endemik asal China tersebut.
Persiapan Debut ke Publik
Bagi traveler yang ingin melihat langsung perkembangan Rio, pihak TSI tengah melakukan persiapan serius. Karena Rio masih dalam tahap vet check intensif di dalam inkubator dengan protokol sterilisasi yang ketat, pengenalan ke publik akan dilakukan secara perlahan.
"Targetnya akhir bulan ini, sekitar tanggal 30, pengunjung sudah bisa melihat Rio di area luar secara terbatas," ungkap Aswin.
"Awalnya mungkin hanya 2-3 jam sehari, Secara bertahap ditingkatkan menjadi 4, 5, hingga 7-8 jam sehari, Targetnya dalam 2-3 bulan ke depan, Rio sudah benar-benar siap tampil penuh. Kami ingin memastikan Rio merasa nyaman dengan suara dan kehadiran banyak orang," tambahnya
Keberhasilan breeding ini bukan sekadar tontonan, melainkan kontribusi nyata Indonesia dalam Studbook Keeper (silsilah keluarga) panda dunia, di mana Rio nantinya akan dipasangkan dengan panda dari negara lain untuk menjaga kelestarian spesiesnya.
(wsw/wsw)













































Komentar Terbanyak
'Dulu Ramai Sekali, Sekarang Sepi Seperti Kota Mati'
Setuju atau Tidak Bandara Husein & Adisutjipto Dibuka Lagi?
Ribuan Vila Terancam Delisting, Pemerintah Tegaskan Bukan Mempersulit Usaha