Maldives bukan hanya destinasi pantai mewah di Samudra Hindia. Di balik deretan pulau tropisnya, negeri ini menyimpan sejarah panjang serta perpaduan budaya India, Arab, Afrika, dan Sri Lanka yang membentuk tradisi, musik, hingga kulinernya.
Negara ini terdiri dari rangkaian hampir 1.200 pulau, yang sebagian besar tidak berpenghuni. Maladewa telah dihuni sejak sekitar abad ke-5 SM, dengan para pemukim awal datang dari wilayah yang sekarang dikenal sebagai Sri Lanka dan India.
Awalnya, penduduknya menganut Buddhisme, tetapi pada 1153 M, Maladewa memeluk Islam di bawah pengaruh Arab.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ubud, Surga Tropis yang Memikat Hollywood |
Budaya Maladewa dipengaruhi oleh Sri Lanka dan India Selatan. Keturunan budak Afrika juga meninggalkan jejak, terutama dalam musik dan tari. Boduberu, tarian tradisional Maladewa, menggambarkan ritme, bahasa, dan tabuhan gendang Afrika yang telah terjalin ke dalam jalinan budaya.
Makanan laut memainkan peran penting dalam masakan Maladewa, dengan nasi dan ikan sebagai makanan pokok. Pengaruh India terlihat jelas dalam penggunaan rempah-rempah, seperti kari, yang banyak terdapat dalam berbagai hidangan. Santan dan ikan juga merupakan bahan utama dalam resep tradisional seperti roshi.
Daun sirih dengan pinang, cengkeh, dan kapur, yang dikenal sebagai foh, dikunyah setelah makan, dan orang tua merokok guduguda (pipa panjang yang melewati wadah berisi air). Meskipun alkohol tidak diizinkan (kecuali di dalam resor wisata), penduduk setempat menikmati minuman tradisional yang disebut raa.
***
*Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara
(fem/fem)












































Komentar Terbanyak
Setuju atau Tidak Bandara Husein & Adisutjipto Dibuka Lagi?
'Dulu Ramai Sekali, Sekarang Sepi Seperti Kota Mati'
Visa Ditolak, Iran Tuduh AS Diskriminasi Delegasi Timnas Jelang Piala Dunia