Viral di media sosial, video yang menunjukkan rombongan pendaki berkaraoke ria pakai speaker aktif di atas puncak Gunung Andong.
Video tersebut salah satunya diunggah akun instagram @pendakilawas. Unggahan itu diberi keterangan, "Karaoke di atas awan," tulis dalam postingan seperti dikutip, Minggu (17/5).
Dalam video itu tampak speaker aktif yang digunakan untuk karaoke atau menyanyi. Kemudian, orang yang duduk di kursi bernyanyi dekat dengan salah satu warung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, di sekitarnya berdiri tenda-tenda yang digunakan untuk ngecamp para pendaki. Situasi itu pun dipertanyakan.
Warganet memberikan komentar yang beragam. Mayoritas banyak yang menyayangkan kejadian tersebut karena dinilai mengganggu kenyamanan.
Gunung Andong sendiri berada di wilayah Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Gunung ini dikenal sebagai jalur pendakian yang ramah bagi pemula.
Terkait dengan video viral tersebut, Ketua Basecamp Taruna Jayagiri Pendakian Gunung Andong via Sawit, Maisaro, menjelaskan speaker itu disediakan untuk memberi tahu informasi kepada pendaki. Pihaknya pun bakal melakukan evaluasi tentang penggunaan speaker tersebut.
"Sebenarnya dulu speaker hanya untuk ngasih info buat pendaki yang ada atas (puncak) baik info untuk kehilangan atau segala info darurat. Hanya terkadang dari banyak rekan sering disalahgunakan," kata Maisaro.
"Ini sebagai evaluasi kami pengelola dan mitra untuk lebih tegas dalam penggunaan alat pengeras maupun lainnya," kata dia.
Pernyataan senada disampaikan Ketua Pengelola Basecamp Gunung Andong via Pendem, Marmin Udin. Marmin mengaku bakal segera berkoordinasi dengan pihak terkait video yang ramai disorot tersebut.
"Sedang kami tangani bersama LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) Girimulyo," ujar Marmin.
"(Langkah selanjutnya) Kita mau koordinasi kumpul bersama orang-orang (pihak) terkait," dia menambahkan.
Ketua LMDH Giri Mulyo Desa Giri, Handoko, mengatakan sudah berkoordinasi dan bermusyawarah dengan pengelola maupun penjaga shelter Gunung Andong. Mereka meminta maaf atas insiden viralnya pendaki berkaraoke di puncak, dan menegaskan seluruh karaoke bakal dilarang.
"Kami segenap pengelola Gunung Andong, Palawi, LMDH, basecamp Gunung Andong via jalur Pendem, Sawit, Gogik serta para penjaga shelter di kawasan puncak Gunung Andong, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang belakangan ini menjadi perhatian publik terkait aktivitas karaoke di area puncak Gunung Andong," kata Handoko dalam keterangan tertulis kemarin.
Handoko mengatakan telah melakukan koordinasi dan musyawarah bersama.
"Berdasarkan hasil musyawarah, diputuskan bahwa seluruh kegiatan karaoke dilarang serta aktivitas lain yang berpotensi mengganggu kenyamanan, ketenangan, dan sikap saling tidak menghormati di kawasan Gunung Andong," kata dia.
"Ke depan, kami berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan guna menciptakan suasana pendakian yang lebih nyaman, aman, tertib, dan membudayakan sikap saling menghormati serta tetap menjaga keasrian alam Gunung Andong bagi seluruh pendaki," ujarnya.
Itulah berita terpopuler detikTravel, Minggu (17/5) kemarin. Selain itu, ada juga berita tentang daftar lengkap 17 bandara internasional di RI hingga Jokowi ikut yoga di depan rumah.
Berikut Daftar Berita Terpopuler detikTravel, Minggu (17/5/2026):
1. Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong
2. Daftar Lengkap 17 Bandara Internasional di Indonesia Terbaru 2026
3. 4 Negara ASEAN Bangun Rute Kereta Cepat Bersama, Indonesia Tidak Diajak
4. Bayi Panda Satrio Wiratama Bisa Dijenguk di Taman Safari Mulai 30 Mei
5. Mengintip Cara Kerja Mata-mata Macan Tutul di Sukabumi, 80 Buah Sudah Disebar
6. Turis China Rusak Gerbang Imigrasi Bandara, Berakhir Di-blacklist Seumur Hidup
7. Pramugari Ungkap Pilot Dilarang Menahan Kentut
8. Ke Korsel Bukan Sekadar Mimpi, Wujudkan di Korea Hybrid Travel Fair 2026
9. Harga Avtur Kian Mahal, Maskapai Kewalahan Tanggung Biaya Operasional
10. Healing Dekat-dekat Aja, Jokowi Ikut Yoga di Depan Rumah
(wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
'Dulu Ramai Sekali, Sekarang Sepi Seperti Kota Mati'
Setuju atau Tidak Bandara Husein & Adisutjipto Dibuka Lagi?
Ribuan Vila Terancam Delisting, Pemerintah Tegaskan Bukan Mempersulit Usaha