Kopitiam dan Rahasia Budaya Ngopi Warga Singapura, Ada Kopi O dan Kopi C

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kopitiam dan Rahasia Budaya Ngopi Warga Singapura, Ada Kopi O dan Kopi C

Hari Suroto - detikTravel
Selasa, 19 Mei 2026 10:11 WIB
Ilustrasi kopitiam
Ilustrasi kopitiam (Getty Images/Rozita Turut)
Jakarta -

Di Singapura, ngopi sudah jadi bagian hidup sehari-hari. Dari pagi buta hingga malam, kopitiam selalu ramai oleh pencinta kopi Nanyang dengan racikan khas seperti kopi O, kopi-C, hingga Kopi Peng.

Traveler pun turut dalam bagian itu. Wisatawan yang berkunjung ke Singapura sulit mengabaikan kopitiam.

Sebenarnya, kopitiam itu berasal dari dua kata, kopi dan tiam. Kata kopi dari bahasa Melayu untuk kopi, sedangkan tiam adalah kata dalam bahasa Hokkien dan Fujian untuk toko.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejarahnya, kopitiam dibuka oleh orang Tionghoa pada abad ke-19. Awalnya kopitiam hanyalah warung sederhana di pinggir jalan tempat para buruh berkumpul.

ADVERTISEMENT

Para buruhlah yang memburu secangkir kopi kental pada pukul 06.00 itu. Mereka juga membutuhkan kopi yang tersaji dengan cepat agar mereka bisa berangkat kerja lebih awal.

Sebagai pusat perdagangan dan pelabuhan, Singapura memiliki budaya kopi yang terbentuk dari perpaduan berbagai etnis, sehingga cara penyajian kopinya sangat beragam dan mencerminkan keberagaman budaya.

Masyarakat Melayu memiliki budaya kopi mereka sendiri dan ketika orang-orang dari China Selatan dan India pindah ke Singapura, mereka membawa praktik kopi dari daerah asalnya.

Kopi gaya Nanyang secara tradisional melibatkan teknik memanggang biji robusta dengan gula, margarin, dan sedikit garam. Saat diseduh, kopi juga secara tradisional ditarik dengan tangan dan disaring.

Kebanyakan orang di Singapura makan lima kali sehari. Mereka sarapan, makan siang, minum teh sore, makan malam, dan makan larut malam. Jadi sesekali mereka akan mampir minum kopi lalu kembali lagi.

Saat memesan kopi, orang Singapura menyesuaikannya sesuai pilihan susu dan tingkat kematangan yang disukai. Kopi C untuk susu evaporasi dan bukan susu kental manis. Fakta menariknya, disebut "C" karena merek susu evaporasi Carnation. Kemudian, kopi O untuk kopi hitam.

Kopi O itu pun terbagi lagi sesuai dengan tingkat kemanisan, yakni siu dai yang merujuk kepada kopi hitam dengan susu kental manis tetapi sedikit gula (kurang manis), kopi kosong untuk kopi hitam tanpa gula, dan kopi peng untuk untuk kopi hitam dingin (es) dengan susu kental manis.

Selain itu, warga lokal dapat menambahkan sepotong mentega (kopi gu you) dengan keyakinan bisa mendapatkan rasa yang lebih nikmat.

Agar tidak salah, berikut cara memesan kopi di Singapura. Traveler bisa memesan kopi dengan menyebut kopi untuk pemesanan kopi hitam dengan susu kental manis. Kopi poh untuk kopi encer dengan susu kental manis. Kemudian yuanyang (yinyang) yang merujuk kepada campuran setengah teh dan setengah kopi dengan susu kental manis.

*Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads