Tempe didaftarkan sebagai Warisan Budaya Takbenda ke UNESCO pada tahun 2025. Menteri Kebudayaan Fadli Zon berharap tempe dan Mak Yong diakui oleh UNESCO sebagai bagian warisan budaya.
"Tahun ini kalau tidak salah ada dua ya, yaitu budaya tempe dan satu lagi Mak Yong. Mudah-mudahan nanti bisa diinskripsi di UNESCO pada akhir tahun, biasanya bulan November, bulan Desember," kata Fadli, Selasa (19/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Fadli mengatakan bahwa dengan pendaftaran ke UNESCO akan mendorong distribusi produk tempe, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan para perajin lokal.
Dikutip dari detikPop, dalam arsip berita 30 Maret 2025, Fadli mengatakan tempe bukan sekadar makanan sehari-hari, tapi juga mencerminkan pengetahuan, budaya, dan teknologi pangan tradisional yang terus hidup dan berkembang.
"Masuknya Budaya Tempe dalam daftar Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO akan semakin memperkuat tempe sebagai warisan budaya yang harus dijaga, sekaligus mendorong kesadaran global akan nilai budaya, manfaat gizi dan kesehatan, serta keberlanjutannya," kata Fadli kala itu.
Teater Mak Yong
Seni teater tradisional Mak Yong diajukan ke UNESCO oleh Indonesia bersama Malaysia. Langkah itu diambil karena seni pertunjukan mistis-magis tersebut tumbuh subur di wilayah serumpun, khususnya di Kepulauan Riau dan Malaysia.
Pengajuan bersama itu membuktikan bahwa budaya tidak mengenal batas negara, sekaligus memperkuat komitmen kedua negara untuk menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di era modern.
Bagi Indonesia, pengakuan UNESCO ini menjadi misi penyelamatan darurat karena eksistensi Mak Yong berada di ambang kepunahan akibat minimnya regenerasi. Gabungan unik antara seni tari, musik, drama, dan ritual adat ini membutuhkan perhatian global agar tidak hilang ditelan zaman.
Dengan status warisan dunia, diharapkan generasi muda kembali terpikat untuk mempelajari dan melestarikan pertunjukan teater Melayu klasik yang kaya akan nilai filosofis itu.
(sym/fem)












































Komentar Terbanyak
Setuju atau Tidak Bandara Husein & Adisutjipto Dibuka Lagi?
'Dulu Ramai Sekali, Sekarang Sepi Seperti Kota Mati'
Visa Ditolak, Iran Tuduh AS Diskriminasi Delegasi Timnas Jelang Piala Dunia