BRIN Sebut Wisata Religi di Indonesia Sangat Potensial, tapi...

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

BRIN Sebut Wisata Religi di Indonesia Sangat Potensial, tapi...

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Rabu, 20 Mei 2026 10:40 WIB
Wisatawan menikmati panorama Masjid Raya Baiturrahman saat libur lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah di Banda Aceh, Aceh, Selasa (1/4/2025). Masjid Raya Baiturrahman yang merupakan salah satu masjid terindah di kawasan Asia Tenggara itu menjadi objek wis
Ilustrasi wisata religi. (Irwansyah Putra/Antara)
Jakarta -

Peneliti bidang Khasanah Keagamaan dan Peradaban dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Alfan Firmanto menilai wisata religi di Indonesia sangat potensial. Sayangnya, belum tergarap maksimal.

Salah satu keunggulan wisata religi Indonesia adalah kekayaan tradisi dan peninggalan keagamaan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Alfan merujuk data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 soal rendahnya angka kunjungan wisata religi itu.

"Berdasarkan data BPS tahun 2025 ternyata wisata religi itu menempati tempat yang masih sedikit diminati, hanya 2,45 persen. Ini yang menjadi tanda tanya besar saya," ujarnya dalam agenda BRIN Goes to Industry 4 di Kantor BRIN, Jakarta, Selasa (17/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berkaca pengalamannya bertahun-tahun melakukan riset di berbagai daerah, ia melihat, potensi wisata religi Indonesia sangat besar karena didukung tradisi, budaya, hingga artefak keagamaan yang tersebar di banyak wilayah dan tidak terpaku dalam satu komunitas saja.

ADVERTISEMENT

"Saya sudah berkunjung ke beberapa wisata religi terutama di wisata religi berbasis keagamaan Islam ya. Situs-situs Walisongo di Jawa itu selalu ramai, selalu 24 jam nggak pernah sepi, nggak pernah tidur gitu 24 jam nonstop," kata Alfan.

Karena menurutnya wisata religi di Indonesia itu memiliki potensi pergerakan yang sangat besar. Dan menurutnya sektor ini jika dikelola dengan baik mampu memberikan kebermanfaatan yang sangat luas.

Acara BRIN Goes to Industry 4 di Jakarta, Selasa (19/5/2026)Pemaparan hasil riset dan inovasi dari BRIN terkait pariwisata. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

"Mereka hanya mati dan berhenti ketika Covid. Dan pergerakan potensi ekonomi itu luar biasa besar, itu uang yang bergerak di sana tuh bisa menghidupi banyak orang," kata Alfan.

Sehingga wisata religi ini bukan lah lini pariwisata yang bisa dianggap sebelah mata. Potensi menghadirkan banyak wisatawan itu sangat besar dan menurutnya dengan banyaknya kedatangan wisatawan juga beriringan dengan pemasukan ekonomi.

"Banyak sebetulnya kegiatan-kegiatan keagamaan itu bisa mendatangkan devisa ya, bisa menarik banyak uang," ujar dia.

Ia membeberkan beberapa potensi wisata religi yang bisa digarap di Indonesia. Misalnya terkait budaya keagamaan, bangunan agama hingga makam.

"Di dalam tradisi Islam, misalnya haul ulama besar itu yang datang bisa ribuan, bahkan di tempat-tempat kayak Maulid Nabi itu bisa luar biasa mendatangkan banyak orang," kata dia.

"Jadi apa saja yang sebetulnya bisa digali dari wisata religi ini. Tentu tempat ibadah ya, kita tahu bukan hanya masjid-masjid kuno, masjid baru pun kini luar biasa ya sekarang, dulu ada Masjid Kubah Emas di Depok dan belakangan di Jawa Barat di Bandung ada Masjid Al-Jabbar, di Solo ada Masjid Sheikh Zayed," ujar Alfan.

Bahkan, ia menyebut hingga kini wisatawan yang berkunjung ke Masjid Istiqlal di Jakarta saja masih banyak. Sehingga, data terkait wisata religi tersebut semestinya bisa dimaksimalkan kembali untuk peningkatan sektor pariwisata Indonesia.




(upd/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads