Fakta-Fakta Lukisan Cadas Purba di Gua Metanduno, Pulau Muna

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Fakta-Fakta Lukisan Cadas Purba di Gua Metanduno, Pulau Muna

Femi Diah - detikTravel
Rabu, 20 Mei 2026 11:17 WIB
Lukisan cadas tertua di dunia ditemukan di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara
Lukisan cadas tertua di dunia ditemukan di Pulau Muna, Sulawesi TenggaraFoto: (Griffith University/Maxime Aubert)
Jakarta -

Temuan lukisan cadas purba di Leang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara secara resmi masuk Guinness World Records Selasa (19/5/2026). Ini dia fakta-fakta lukisan cadas purba itu.

Penghargaan itu diterima dalam acara seremonial di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, BRIN Thamrin, Selasa (19/5).

Lukisan cadas itu ditemukan oleh tim peneliti dari kolaborasi internasional Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Griffith University dan Southern Cross University, Australia dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature, akhir Januari 2026. Lukisan yang ditemukan berupa cap tangan manusia berusia sekitar 67.800 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari situs resmi BRIN, Rabu (20/5), temuan itu menjadikan seni cadas di Pulau Muna sebagai salah satu yang tertua di dunia. Usianya bahkan sekitar 16.600 tahun lebih tua dibandingkan seni cadas Maros-Pangkep yang sebelumnya terkenal, serta lebih tua sekitar 1.100 tahun dari cap tangan di Spanyol yang selama ini dianggap sebagai seni gua tertua.

Penemuan itu menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peran besar dalam sejarah awal seni dan peradaban manusia. Selain itu terungkap sejumlah fakta lain tentang lukisan cadas tersebut. Berikut fakta-faktanya.

ADVERTISEMENT

9 fakta lukisan cadas purba di Leang Metanduno, Pulau Mina:

1. Leang Metanduno berada di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Kabupaten Muna dikenal sebagai wilayah kepulauan yang memiliki banyak situs gua karst dan jejak prasejarah.

2. Lukisan cadas di Leang Metanduno diperkirakan berusia 67.800 tahun dan disebut sebagai cap tangan manusia tertua di dunia. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Rock art from at least 67,800 years ago in Sulawesi.

3. Penelitian dilakukan oleh tim arkeolog internasional bersama BRIN.

4. Selain cap tangan, panel gua juga menampilkan gambar manusia, hewan, perahu, hingga adegan perburuan. Gambar perahu memperlihatkan tradisi maritim masyarakat prasejarah di kawasan Muna. Beberapa figur hewan menyerupai kuda atau sapi besar, menunjukkan interaksi manusia dengan lingkungan dan hewan. Peneliti menemukan indikasi domestikasi serta aktivitas sosial dalam lukisan cadas tersebut.

5. Gaya cap tangan di Sulawesi dikenal sebagai "stensil jari sempit", dengan bentuk jari runcing dan memanjang.

6. Sebagian lukisan telah tertutup lapisan mineral koraloid, tetapi bentuk visualnya masih dapat dikenali.

7. Tim peneliti membuat model 3D gua untuk memetakan komposisi panel secara lebih detail.

8. Kabupaten Muna selama ini juga dikenal memiliki bentang alam karst, gua prasejarah, serta budaya maritim yang kuat di kawasan Asia-Pasifik.

9. Temuan di Muna memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat penting perkembangan seni dan peradaban manusia purba dunia.




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads