Kasus salah tuduh Rumah makan Padang Pagi Sore cabang Pantai Indah Kapuk terhadap turis Malaysia yang disebut belum bayar Rp900 ribu berbuntut ancaman boikot.
Rombongan turis asal Malaysia mengaku dituduh makan tanpa membayar tagihan senilai Rp907.500 di RM Pagi Sore cabang PIK.
Insiden itu memicu seruan boikot terhadap RM Pagi Sore di media sosial, sebelum pihak restoran akhirnya menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf kepada wisatawan Malaysia tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa itu pertama kali diungkap oleh akun Threads milik turis Malaysia bernama Norain Yunus. Ia menceritakan dirinya bersama lima orang rombongan singgah ke RM Pagi Sore cabang PIK pada Rabu (13/5) usai tiba di Bandara Soekarno-Hatta sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandung.
"Ceritanya sebelum ke Bandung, kita memutuskan untuk makan di Pagi Sore semenjak ini menjadi restoran tempat orang Malaysia makan kalau ke Jakarta," tulis Norain dalam unggahannya.
Menurut pengakuan Norain, rombongan mereka memesan sembilan lauk makanan dan membayar total tagihan sebesar Rp907.500 menggunakan kartu pembayaran pada hari yang sama.
Namun beberapa hari kemudian, tepatnya Sabtu (16/5), sopir dari agen perjalanan yang membawa rombongan itu menghubunginya dan meminta bukti pembayaran restoran.
Norain mengaku terkejut setelah mengetahui rombongannya disebut viral karena dituduh meninggalkan restoran tanpa melunasi pembayaran.
Ia kemudian memeriksa mutasi pembayaran dan mencari struk transaksi yang masih tersimpan di dalam tasnya. Bukti pembayaran tersebut lalu dikirimkan kepada pihak agen perjalanan untuk diteruskan ke restoran.
"Setelah kami mencari di dalam tas, ketemu bukti pembayarannya. Bayangkan kalau kami membayar secara tunai dan bukti pembayarannya tidak ditemukan," tulisnya lagi.
Setelah bukti transaksi diperlihatkan, pihak RM Pagi Sore cabang PIK akhirnya menyampaikan klarifikasi. Dalam video permintaan maaf yang dikirimkan kepada agen perjalanan, pihak restoran menyebut insiden tersebut terjadi karena miskomunikasi.
"Kejadian ini murni karena miskomunikasi dan bukan unsur kesengajaan dari pihak manapun. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanannya yang telah terjadi dan berharap hubungan baik tetap terjaga dengan baik ke depannya," ujar perwakilan RM Pagi Sore cabang PIK.
Meski sudah ada klarifikasi, insiden tersebut tetap memicu reaksi di media sosial Malaysia. Salah satu akun agen perjalanan bernama @tripadukberadik bahkan menyerukan boikot terhadap RM Pagi Sore.
"Demi marwah Malaysia, kami dari Tripadikberadik akan boikot restoran Pagi Sore. Kami akan mendukung tempat makan lain yang lebih enak di Indonesia," tulis akun tersebut.
Baca juga: Bye Bye..., Maskapai Asiana! |
Sejumlah warganet juga mempertanyakan sistem pembayaran restoran yang dinilai seharusnya bisa langsung memverifikasi transaksi pelanggan sebelum tuduhan fatal itu disebarkan.
RM Pagi Sore sendiri dikenal sebagai salah satu rumah makan Padang yang cukup populer di kalangan wisatawan Malaysia yang berkunjung ke Jakarta maupun Bandung. Restoran tersebut selalu masuk dalam daftar itinerary yang harus dikunjungi oleh turis Malaysia saat melancong ke Indonesia.
Namun setelah kasus ini mencuat, apakah turis Malaysia akan tetap berkunjung ke RM Pagi Sore?
--------
Artikel telah tayang di CNN Indonesia.
(wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
'Dulu Ramai Sekali, Sekarang Sepi Seperti Kota Mati'
Setuju atau Tidak Bandara Husein & Adisutjipto Dibuka Lagi?
Ribuan Vila Terancam Delisting, Pemerintah Tegaskan Bukan Mempersulit Usaha