Hotel Discovery SCBD Sambut Delegasi 18 Negara di Hari Teh Internasional

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Hotel Discovery SCBD Sambut Delegasi 18 Negara di Hari Teh Internasional

Ega Shepiani - detikTravel
Kamis, 21 Mei 2026 17:50 WIB
Artha Graha
Foto: Ega Shepiani/detikcom
Jakarta -

Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Indonesia menggelar perayaan Hari Teh Internasional 2026 bertajuk 'Teh dan Dunia: Harmoni dalam Keindahan Bersama' di ruang Gallery Lantai 3, Hotel Discovery SCBD Jakarta. Agenda budaya internasional ini dihadiri delegasi diplomatik dari 18 negara sahabat.

General Manager Discovery SCBD Jakarta, Ms. Cindy Gu menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Kedutaan Besar RRT di Indonesia yang telah memilih hotel tersebut sebagai lokasi penyelenggaraan acara budaya internasional tersebut.

"Seluruh jajaran manajemen dan staf Discovery SCBD Jakarta merasa sangat terhormat dan berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok atas pemilihan hotel kami sebagai wadah berlangsungnya acara yang sangat mulia ini. Menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran agenda kebudayaan internasional yang dihadiri negara sahabat adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi brand kami," ujar Cindy, Kamis (21/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai penyedia fasilitas akomodasi dan tempat, Discovery SCBD berkomitmen menyajikan pelayanan terbaik guna mendukung kesuksesan acara tersebut.

ADVERTISEMENT

"Sesuai dengan filosofi harmoni yang dibawa oleh budaya teh, kami berkomitmen penuh memastikan kenyamanan, kehangatan, serta pelayanan hospitality terbaik terpancar sempurna sepanjang acara hari ini berlangsung," tambah Cindy.

Inisiatif 'Teh dan Dunia' merupakan konsep diplomasi kebudayaan yang diprakarsai Presiden Xi Jinping. Konsep tersebut menjadikan teh sebagai medium komunikasi universal untuk mempererat dialog, pertukaran budaya, serta mempromosikan nilai harmoni dalam keberagaman di tingkat internasional.

Agenda ini dilaksanakan oleh Mingbao Ji Tea Industry (PT JQC Investment Indonesia) dan didukung jajaran mitra akademik serta profesional, termasuk Akademi Kaligrafi dan Lukisan Indonesia, Institut Konfusius Universitas Al-Azhar Indonesia, dan EF Language School. Kegiatan ini juga didukung Xiamen Airlines Indonesia, Yong'an Pharmaceutical Indonesia, dan Takokak Tea Indonesia (Indonesian Heritage Tea).

Perayaan Hari Teh Internasional ini dihadiri sekitar 80 tamu undangan VIP, termasuk para duta besar dan perwakilan diplomatik dari 18 negara sahabat di kawasan Asia hingga lintas benua, termasuk negara produsen teh dunia seperti Myanmar, Kenya, Turki, dan Indonesia.

Turut hadir pula delegasi resmi dari sejumlah instansi pemerintah Indonesia, di antaranya Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Transmigrasi, dan Museum Nasional.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon mengatakan hubungan Indonesia dan China telah terjalin panjang, termasuk dalam budaya minum teh.

"Hubungan kita dengan China juga sudah sangat panjang. Teh merupakan salah satu produk budaya kita, termasuk cara minum tehnya. Namun, di beberapa negara lain, tradisi tersebut memang jauh lebih kuat," tutur Fadli Zon.

Fadli Zon menjelaskan prosesi upacara minum teh di sejumlah negara seperti China, Jepang, dan Korea memiliki tradisi yang lebih mendalam. Menurutnya, teh juga telah menjadi bagian dari Warisan Budaya Takbenda UNESCO yang diinskripsi China pada 2022.

"Tadi kami juga memperkenalkan bahwa Indonesia sudah memiliki 16 warisan budaya yang diinskripsi. Salah satu yang dekat dengan teh adalah jamu. Jadi, kita melihat jamu juga merupakan bagian dari ekspresi budaya dan warisan budaya takbenda Indonesia," kata Fadli Zon.

Fadli Zon menilai traditional medicine dan traditional therapy juga menjadi bagian penting dari ekspresi budaya Indonesia yang perlu terus dikembangkan.

"Dalam hal ini termasuk jamu. Kita harus mengemas, mengembangkan, dan memanfaatkannya semaksimal mungkin, apalagi setelah diakui sebagai warisan budaya UNESCO," ujar Fadli Zon.

Fadli Zon berharap Indonesia dapat memperluas kerja sama dengan negara sahabat, termasuk China, dalam proses inskripsi UNESCO melalui joint nomination maupun extension.

"Mudah-mudahan ke depan kita bisa menjalin lebih banyak kerja sama dengan negara-negara sahabat, termasuk China atau Tiongkok, dalam proses inskripsi di UNESCO, baik melalui joint nomination maupun extension," tutup Fadli Zon.

Dalam kegiatan tersebut, para tamu undangan menikmati rangkaian agenda mulai dari pidato kehormatan delegasi, upacara pembukaan resmi, kuliah sejarah budaya teh Tiongkok, pertunjukan seni tradisional, pameran inovasi robotik, demonstrasi warisan budaya takbenda, hingga sesi networking sambil menikmati berbagai sajian teh.




(akn/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads