Pariwisata Korsel Semakin Ramah Muslim, Turis Indonesia Diincar

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pariwisata Korsel Semakin Ramah Muslim, Turis Indonesia Diincar

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Jumat, 22 Mei 2026 15:11 WIB
A large crowd of tourists walks through Bukchon Hanok Village in Seoul, South Korea, October 25, 2024. REUTERS/Kim Soo-hyeon     TPX IMAGES OF THE DAY
Wisatawan di Korea Selatan. (REUTERS/Soo-hyeon Kim)
Jakarta -

Korea Selatan saat ini jadi salah satu destinasi dunia yang digemari banyak wisatawan global. Tak terkecuali wisatawan dari Indonesia.

Data dari Korea Tourism Organization (KTO) wisatawan Indonesia menempati sepuluh besar negara penyumbang wisatawan terbanyak ke Korea Selatan. Sementara untuk wilayah Asia Tenggara, Indonesia berada di posisi keempat.

"Sebenarnya pasar Indonesia di mata Korea sendiri itu juga cukup besar, paling besar malahan. Kita masuk ke dalam top ten di dunia, kita di posisi ke sembilan ya," kata PR & Media Executive KTO Jakarta Office, Novi Nursyahbani, dalam agenda kolaborasi KTO dengan Buttonscarves di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di ASEAN kita itu masuk ke posisi empat, kita cuma kala dari Filipina, Vietnam, Singapura, dan kemudian yang terakhir Indonesia," ia menambahkan.

ADVERTISEMENT

Dari data yang pihaknya miliki, Novi menjabarkan bahwa di tahun lalu jumlah kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea Selatan itu sebanyak 365.596 naik 9% dari tahun 2024. Capaian itu jadi rekor tertinggi dari beberapa tahun sebelumnya.

"Itu merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah, jadi sebelum-sebelumnya kita tuh cuma sekitar 200-an ribu tapi sekarang sudah mencapai 360-an ribu," jelasnya.

Kemudian, fenomena meningkatkan kunjungan wisatawan ke Korea Selatan juga terjadi karena berbagai faktor. Ia menyebut salah satunya adalah konektivitas, kini semakin banyak maskapai yang punya direct flight Indonesia-Korea Selatan.

Beberapa maskapai itu seperti Garuda Indonesia, Korean Air, Jeju Air, Air Busan hingga yang terbaru T'way Air.

Press conference kerjasama Korea Tourism Organization dengan Buttonscarves di Jakarta, Kamis (21/5/2026)PR & Media Executive KTO Jakarta Office, Novi Nursyahbani. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Pengembangan Pariwisata Ramah Muslim

Lebih lanjut, kini wisatawan Indonesia sudah tidak perlu lagi khawatir terkait untuk mencari kuliner halal dan juga tempat beribadah. Karena menurutnya hampir di seluruh kota di Korea Selatan sudah terdapat tempat beribadah dan juga restoran halal.

"KTO sendiri itu mereka punya klasifikasi untuk menentukan wisata ini adalah wisata ramah Muslim atau tidak. Jadi kalau dari KTO sendiri mereka mengeluarkan empat sertifikasi yang mana sertifikasi ini untuk mengelompokkan restoran-restoran yang ada di Korea," ungkapnya.

Nantinya di setiap restoran-restoran itu akan terpampang logo ramah Muslim, misalnya Halal Certified yang dikeluarkan langsung oleh Federasi Muslim Korea. Adapun Self Certified, sertifikasi tier dua yang dikeluarkan sendiri oleh pemilik usaha.

"Kemudian ada Muslim Friendly, dalam restoran tersebut beberapa makanannya halal tapi dia juga mungkin masih menjual alkohol, makanya disebut Muslim Friendly. Kemudian yang Pork Free, ini yang level paling bawahnya, jadi sebetulnya restoran tersebut menjual berbagai macam makanan tapi yang paling penting menu utamanya adalah bukan menu makanan haram," lanjut Novi.

Dan untuk tempat ibadah juga di Korea Selatan kini telah tersebar di beberapa tempat. Bahkan kini di mall sekalipun sudah tersedia mushola yang bisa dipakai oleh wisatawan Muslim ketika berkunjung ke Korea Selatan.

Sebagai contoh, di Seoul terkenal dengan Seoul Central Mosque, lalu di Busan ada Masjid Al-Fatih, dan di Gwangju terdapat Masjid Gwangju.

"Kemudian juga kalau misalnya teman-teman mau ke Lotte World, mau ke COEX juga sekarang sudah tersedia ruang ibadah yang fasilitasnya mumpuni gitu ya," lengkap Novi.



(upd/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads