58 Biksu Thudong Jalan Kaki dari Bali sampai di Klaten, tapi Kok Lanjut Naik Bus?

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

58 Biksu Thudong Jalan Kaki dari Bali sampai di Klaten, tapi Kok Lanjut Naik Bus?

Achmad Husain Syauqi - detikTravel
Senin, 25 Mei 2026 21:19 WIB
Para biksu thudong saat memulai perjalanan di Klaten, Senin (25/5/2026).
Biksu Thudong sampai di Klaten (Achmad Husain Syauqi/detikJateng)
Klaten -

Sebanyak 58 biksu yang melakukan ritual thudong atau berjalan kaki dari Bali ke Candi Borobudur. Mereka tiba di Klaten, tapi kok setelah itu naik bus?

Para biksu itu sejak sekitar pukul 07.30 WIB melakukan Pindapata dari umat di sekitar Wihara Bodhivasma, Jalan Mayor Kusmanto. Mereka lalu beristirahat di vihara.

Para biksu kemudian dilepas melanjutkan perjalanan ke Jogja oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo sekitar pukul 09.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rombongan biksu berjalan kaki melalui Jalan Mayor Kusmanto, Jalan Pemuda, dan Jalan Dr Soeradji Tirtonegoro. Sampai di Taman Makam Pahlawan Tegalyoso, perjalanan dilanjutkan dengan bus.

Ketua Koordinator Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta Indonesia Walk for Peace 2026, Wiryo Alex Fernando, menjelaskan kepada wartawan bahwa kegiatan hari ini diawali dengan Pindapata, lalu dilanjutkan dengan pelepasan oleh bupati.

ADVERTISEMENT

Di Klaten, para biksu itu hanya berjalan kaki sampai Taman Makam Pahlawan Ratna Bantala Tegalyoso. Alex mengatakan, para biksu itu harus naik bus lantaran akan bertemu Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus Raja Keraton Jogja, Sultan Hamengku Buwono (HB) X di Jogja.

"Kenapa harus menggunakan bus, karena waktu yang telah ditentukan oleh Ngarsa Dalem (Sultan Hamengku Buwono X) itu jam 15.00 WIB. Jadi untuk terus jalan kaki kiranya tidak nyandak (tercapai waktunya) untuk sampai di bangsal Kepatihan Keraton Yogyakarta," kata Alex, Senin (26/5/2026).

Menurut Alex, total ada 58 biksu yang ikut serta dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai negara di Asia Tenggara.

"Total ada 58 biksu dari empat negara, yaitu Malaysia, Thailand, Laos dan Indonesia. Dari Thailand ada 47 biksu, dari Laos ada dua orang, Malaysia ada empat dan sisanya dari Indonesia," kata Alex.

Alex menjelaskan, para biksu itu telah menempuh perjalanan hampir 400 kilometer dari Singaraja, Bali, hingga Klaten. Klaten merupakan etape terakhir di Jawa Tengah.

"Ini etape terakhir sebelum masuk wilayah Yogyakarta dan berakhir di Candi Borobudur, Magelang. Tujuan utama untuk menguatkan Bhinneka Tunggal Ika, kita di Indonesia ini berbeda-beda tapi tujuannya sama, yaitu menjaga kedamaian, berdamai dengan diri sendiri, lingkungan, negara dan lainnya," papar Alex.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menyatakan mewakili masyarakat Klaten mengucapkan selamat datang kepada para biksu.

"Dengan kegiatan jalan yang mungkin dianggap sepele tapi bisa menjadi gerakan besar dan menunjukkan kepada dunia bahwa dunia ini layak untuk saling hidup berdampingan meskipun semua berbeda-beda," katanya.

-------

Artikel ini telah naik di detikJateng.



(wsw/wsw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads