Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) resmi membentuk Komite Pariwisata Ramah Muslim Ekonomi Kreatif untuk mengembangkan pariwisata ramah muslim.
Sektor pariwisata, terutama pariwisata ramah muslim memiliki potensi pasar yang sangat besar. Pertumbuhan populasi Muslim dunia diproyeksikan mencapai 2,5 miliar jiwa pada 2035.
Sedangkan pada 2030, jumlah wisatawan Muslim global diperkirakan menembus 245 juta orang dengan total belanja mencapai sekitar 235 miliar dolar AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia sudah memiliki modal demografis yang sangat kuat. 248 juta jiwa atau 87 persen dari total penduduknya adalah Muslim. Dengan potensi sebesar itu, pariwisata ramah muslim harus berkembang sebaik-baiknya.
Dengan potensi sebesar itu, salah satu jurus yang dilakukan oleh MES untuk mengembangkan sektor pariwisata adalah dengan membentuk Komite Pariwisata Ramah Muslim dan Ekraf dan menunjuk Taufan Rahmadi sebagai wakil ketua komite tersebut.
Penunjukan tersebut dinilai tepat setelah melihat rekam jejak Taufan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif nasional. Selama ini, ia dikenal aktif mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan, promosi destinasi halal, serta penguatan kolaborasi antara pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif di berbagai daerah.
Ia juga dikenal aktif membangun komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.
Taufan pun menyampaikan komitmennya untuk mendukung visi besar MES dalam memperkuat ekosistem pariwisata ramah muslim yang inklusif, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Rosan Roeslani tunjuk Taufan Rahmadi jadi Wakil Ketua Komite PP MES Foto: (dok. Istimewa) |
"Pariwisata ramah muslim dan ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan baru ekonomi Indonesia. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar potensi tersebut dapat berkembang secara optimal," ujar dia usai pelantikan pengurus PP MES.
Di bawah kepemimpinan Rosan Perkasa Roeslani, MES mendorong lahirnya program-program strategis yang dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi syariah dunia.
Pembentukan Komite Pariwisata Ramah Muslim dan Ekraf PP MES sendiri diharapkan mampu menjadi motor penggerak pengembangan industri halal di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Komite ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi strategis antara pemerintah, pelaku industri, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat ekosistem pariwisata ramah muslim dan ekonomi kreatif nasional.
Saat ini, pariwisata ramah Muslim juga diarahkan sebagai penggerak investasi syariah di sektor riil. Pemerintah akan memperkuat sinergi dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) melalui fasilitasi rekomendasi pelaku usaha pariwisata binaan untuk mengikuti business matching pembiayaan syariah yang diselenggarakan bersama Bank Indonesia, OJK, dan Kementerian UMKM.
(wsw/wsw)













































Komentar Terbanyak
Kalau Budget Bukan Jadi Masalah, Mau Liburan ke Mana?
Hotel-hotel Mewah Dubai Meratap, Jual Kemewahan dengan Diskon 50%
Presiden Jerman Mau ke RI, Bertemu Prabowo dan Susuri Terowongan Silaturahmi