Surga di Ujung Utara RI! Pulau Kabaruan Punya Pantai Cantik hingga Gua Prasejarah

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Surga di Ujung Utara RI! Pulau Kabaruan Punya Pantai Cantik hingga Gua Prasejarah

Hari Suroto - detikTravel
Kamis, 28 Mei 2026 07:21 WIB
Surga di Ujung Utara RI! Pulau Kabaruan Punya Pantai Cantik hingga Gua Prasejarah
Foto: Hari Suroto
Kepulauan Talaud -

Kepulauan Talaud terletak di paling utara Indonesia, berbatasan dengan Filipina. Pulau Kabaruan adalah salah satu pulau besar di Kepulauan Talaud. Untuk menuju pulau ini yaitu dengan naik speedboat bermesin 40 PK selama 45 menit dari Pelabuhan Melonguane.

Pulau Kabaruan berpasir putih halus, perairannya berwarna biru jernih, tampak dari kejauhan daun-daun kelapa melambai tertiup angin seolah-olah menyambut traveler yang datang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain pantainya yang indah, serta gelombang pantainya yang konsisten, sangat cocok untuk surfing bagi pemula, karena perairan Pulau Ini langsung berhadapan dengan Samudera Pasifik.

Traveler yang datang ke pulau ini dapat menyaksikan jemuran biji pala di sepanjang tepi jalan desa yang beraspal. Pulau Kabaruan terkenal sebagai penghasil pala di Kepulauan Talaud.

ADVERTISEMENT
Surga di Ujung Utara RI! Pulau Kabaruan Punya Pantai Cantik hingga Gua PrasejarahWarga menjemur pala di tepi jalanan desa. Foto: Hari Suroto

Pulau Kabaruan juga memiliki destinasi wisata berupa situs arkeologi Liang Buida atau masyarakat setempat menyebutnya Gua Buide.

Gua ini terletak terletak di sebelah timur Desa Pangeran, sekitar 2,5 kilometer jaraknya dari desa. Untuk menuju ke gua ini, dapat dilakukan dengan naik sepeda motor atau mobil, kemudian dilanjutkan berjalan kaki menyusuri jalan setapak di kebun kelapa.

Pada masa lalu, gua ini adalah gua hunian prasejarah. Hal ini dibuktikan dengan temuan artefak berupa pecahan gerabah atau wadah tanah liat, alat-alat batu, alat-alat tulang dan alat-alat perhiasan kerang.

Selain itu ditemukan pula adanya sisa-sisa makanan yang dikonsumsi manusia prasejarah seperti yang ditunjukkan oleh banyaknya kulit-kulit kerang laut maupun siput darat serta tulang-tulang binatang.

---

Hari Suroto

Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara




(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads