Tak Adanya Ventilasi di Tenda Kamping Keluarga Maut Temanggung Disorot Polisi

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Tak Adanya Ventilasi di Tenda Kamping Keluarga Maut Temanggung Disorot Polisi

Arina Zulfa Ul Haq - detikTravel
Sabtu, 30 Mei 2026 05:30 WIB
Pemakaman sekeluarga yang ditemukan tewas saat kamping di Temanggung. Pemakaman dilakukan di Banyubiru, Semarang, Kamis (28/5/2026).
Pemakaman korban (Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng)
Temanggung -

Polisi menyoroti kondisi tidak adanya lubang ventilasi di tenda yang digunakan sekeluarga dari Ambarawa untuk kamping yang berujung maut di Temanggung.

Empat anggota keluarga ditemukan tewas saat kamping di kawasan Kledung, Kabupaten Temanggung. Dugaan sementara, korban mengalami keracunan gas saat mereka memasak hidangan barbeque di area tenda.

Hal itu disampaikan Dirreskrimum Polda Jawa Tengah (Jateng), Kombes Anwar Nasir. Lebih lanjut, Anwar mengatakan, penyidik masih mendalami kemungkinan gas dari kompor portabel terperangkap di dalam tenda yang tertutup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada saat itu tidak ada ventilasi. Ini masih dilakukan penyelidikan," kata Anwar di Mapolda Jateng, Semarang, Jumat (29/5).

Dugaan sementara penyebab kematian para korban masih mengarah pada dua kemungkinan, yakni gas dari kompor barbeque atau makanan yang dikonsumsi korban.

ADVERTISEMENT

"Dugaan sementara masih ada dua, yaitu akibat gas yang ditimbulkan oleh kompor gas saat barbeque malam hari atau dari makanan," ujarnya.

"Iya (tempatnya tertutup), ini yang karena tidak ada ventilasi ini memungkinkan ya ini masih masih dilakukan penyelidikan," lanjutnya.

Anwar lantas mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan gas di ruang tertutup tanpa sirkulasi udara karena berisiko memicu keracunan.

"Kalau ada gas di dalam satu ruangan atau mobil, hendaknya jangan ditutup rapat biar ada celah udara keluar," ujarnya.

Saat ini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng. Pemeriksaan dilakukan terhadap sampel organ tubuh korban, makanan, hingga tabung gas yang ditemukan di lokasi.

"Yang diperiksa gasnya dan makanannya. Termasuk tabung gas juga dilakukan pemeriksaan," katanya.

Anwar menjelaskan polisi juga telah memeriksa rumah korban di Kabupaten Semarang untuk memastikan sumber makanan yang dikonsumsi keluarga tersebut. Namun, hasil pengecekan sementara tidak menemukan hal mencurigakan.

"Kita khawatir makanannya dari sana, tapi hasil pemeriksaan nihil," jelasnya.

Polisi pun telah melakukan autopsi guna membantu mengungkap penyebab pasti kematian empat anggota keluarga tersebut. Autopsi dilakukan terhadap jenazah Evan Hakim (17) yang dinilai memiliki kondisi fisik paling kuat dibanding korban lain.

"Kemarin sudah dilakukan autopsi terhadap empat korban. Dipilih satu korban yang fisiknya paling muda, paling kuat, yaitu anak umur 17 tahun," kata Anwar.

Empat Korban Meninggal Saat Dini Hari

Pihak kepolisian memperkirakan keempat korban sudah meninggal sekitar 8-12 jam sebelum ditemukan pada Rabu (27/5) sore.

"Kalau untuk perkiraan dari dokter, korban ditemukan pada pukul 15.45 WIB itu sudah dalam keadaan kaku. Otomatis (meninggalnya) delapan sampai 12 jam sebelum ditemukan," kata Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra kepada wartawan di Lobi Polres Temanggung, Jumat (29/5/2026).

"Berarti kemungkinan antara malam sampai pagi sudah meninggal dunia. Jadi kemungkinan dari malam sampai pagi itu sudah meninggal dunia, hingga ditemukan sore harinya sudah kaku," sambungnya.

Dari pemeriksaan di lokasi kejadian, kata Komang, tidak ditemukan bekas kekerasan fisik pada tubuh korban.

"Tidak ada kekerasan fisik. Pemeriksaan luar sudah dilaksanakan oleh kedokteran forensik dan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik, baik itu benda tajam, maupun benda tumpul tidak ada," ujar dia.

Keempat korban diketahui bernama Muhammad Ali Munawar (52), Maghfirah (43), serta dua anak mereka Alvino Evan Hakim (16) dan Bagas Amar Hakiki (21). Mereka satu keluarga dari Ambarawa, Kabupaten Semarang.


--------

Artikel telah naik di detikJateng, bisa dibaca selengkapnya di sini dan di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Tempat Wisata Temanggung"
[Gambas:Video 20detik] (wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads