Kolaborasi lintas negara dinilai baik untuk memperkuat peluang investasi bagi subsektor perfilman di industri ekonomi kreatif.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya mengatakan kolaborasi tersebut dapat membuka peluang investasi subsektor ekonomi kreatif, khususnya film dan mengangkat talenta lokal ke pasar global.
"Kolaborasi lintas negara menjadi langkah konkret untuk membuka lebih banyak peluang investasi subsektor ekonomi kreatif, khususnya film. Kementerian Ekraf ingin memastikan Indonesia menjadi destinasi atau lokasi syuting yang ramah bagi produksi internasional sekaligus mampu mengangkat talenta lokal ke pasar global," kata Riefky seperti dikutip dari Antara, Sabtu (30/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Ekraf menambahkan pemerintah saat ini sedang menyusun skema insentif untuk memperkuat daya saing industri film nasional, termasuk insentif fiskal dan nonfiskal.
"Kementerian Ekraf sedang memfinalisasi skema insentif industri film yang mencakup kemudahan perizinan, penguatan ekosistem, hingga potensi pemberian insentif seperti cash rebate," lanjut dia.
Zaman sekarang, perkembangan sektor ekonomi global dan dunia kecerdasan buatan seperti yang dilakukan SHOW Token mulai mendorong perubahan besar dalam cara industri entertainment dibangun dan dikembangkan.
Mereka membawa visi baru dalam industri entertainment global melalui pengembangan konsep World's First Crypto AI Funded Movie Platform, sebuah AI-powered Web3 entertainment ecosystem yang menghubungkan creator, komunitas global, dan peluang pendanaan entertainment dalam satu platform yang terintegrasi.
Pertemuan antara Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Muhammad Neil El Himam dan jajaran dengan Show Token pun dilakukan untuk membahas perkembangan entertainment-tech ecosystem dan potensi kolaborasi ekonomi kreatif digital di Indonesia.
Pertemuan Neil El Himam, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenekraf dengan Show Token Foto: (dok. Istimewa) |
Pertemuan itu dinilai menjadi sinyal semakin terbukanya Indonesia terhadap hadirnya inovasi entertainment global berbasis teknologi dan creator economy.
"Indonesia memiliki energi kreatif yang sangat besar, komunitas digital yang kuat, dan pertumbuhan teknologi yang berkembang sangat cepat. Kami melihat Indonesia sebagai bagian penting dari masa depan entertainment ecosystem global," ujar Joshua Khubani, COO SHOW Token.
Berbeda dengan model industri film tradisional yang selama bertahun-tahun bergantung pada sistem studio besar dan akses pendanaan tertutup, token Web3 ini membawa visi entertainment ecosystem yang lebih terbuka, partisipatif, dan berbasis komunitas global.
Melalui konsep tersebut, komunitas tidak lagi hanya menjadi penonton, tetapi juga dapat ikut mendukung dan bertumbuh bersama sebuah entertainment project. Menurut Joshua, perkembangan creator economy global mulai mendorong perubahan besar dalam cara industri entertainment dibangun dan dikembangkan.
"Selama bertahun-tahun, industri entertainment bergerak dalam sistem yang tertutup. Hari ini teknologi membuka peluang baru di mana creator dan komunitas global dapat terhubung secara lebih langsung," tambah dia.
Masuknya SHOW Token dinilai sebagai salah satu efek dari semakin besarnya perhatian global terhadap potensi ekonomi kreatif digital nasional, khususnya di tengah pertumbuhan creator economy, AI, dan teknologi Web3 di kawasan Asia.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar pendanaan terhadap film lokal tidak bergantung kepada sistem studio besar dan akses pendanaan tertutup. Dengan kolaborasi antar negara dan lintas sektor diyakini akan muncul ruang peningkatan kapasitas talenta lokal, sekaligus memperluas jaringan profesional sineas Indonesia untuk peluang ko-produksi secara global.
(wsw/wsw)













































Komentar Terbanyak
Kalau Budget Bukan Jadi Masalah, Mau Liburan ke Mana?
Hotel-hotel Mewah Dubai Meratap, Jual Kemewahan dengan Diskon 50%
Presiden Jerman Mau ke RI, Bertemu Prabowo dan Susuri Terowongan Silaturahmi