Prabowo Reaktivasi Bandara Husein dan Adisutjipto, Daerah Optimistis Wisata Terdongkrak

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Prabowo Reaktivasi Bandara Husein dan Adisutjipto, Daerah Optimistis Wisata Terdongkrak

Dadan Kuswaraharja - detikTravel
Senin, 01 Jun 2026 17:27 WIB
Calon penumpang berjalan menuju pesawat di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/3/2026). Data dari PT Angkasa Pura II mencatat, pada H-3 Idul Fitri 1447 H, sebanyak 148 penumpang dari tiga penerbangan di Bandara Huseinsastranega
Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Jakarta -

Pemerintah daerah menyambut positif arahan Presiden Prabowo Subianto untuk reaktivasi Bandara Husein Sastranegara dan Bandara Adi Sutjipto.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan Presiden telah menginstruksikan agar Bandara Husein di Kota Bandung dan Bandara Adi Sutjipto di Yogyakarta kembali diaktifkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

"Setelah Presiden berkunjung ke Kota Bandung, sore harinya saya mendapatkan kabar bahwa Presiden memberikan instruksi agar reaktivasi Bandara Husein dilakukan bersama-sama dengan Bandara Adi Sucipto," kata Farhan

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, selama ini Bandara Husein sebenarnya tidak ditutup total. Namun, aktivitas penerbangan komersial dibatasi hanya untuk penerbangan berjadwal menggunakan pesawat baling-baling dengan rute antarkota di Pulau Jawa.

Farhan optimistis, kebijakan reaktivasi ini akan mengembalikan peran strategis Bandara Husein sebagai penggerak ekonomi Kota Bandung. Ia mengingatkan, pada 2019 lalu jumlah penumpang Bandara Husein mencapai sekitar 3,8 juta orang, terdiri atas 3 juta penumpang domestik dan 800 ribu penumpang internasional.

ADVERTISEMENT

"Kita ingin mengembalikan kejayaan Bandara Husein dan pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung," ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota Bandung akan melakukan sejumlah pembenahan infrastruktur penunjang, khususnya akses menuju bandara.

Salah satu yang menjadi prioritas yakni perbaikan jalur masuk dan keluar menuju kawasan bandara, termasuk akses dari arah Tol Pasteur melalui kawasan PT Dirgantara Indonesia dan kompleks TNI AU.

Farhan menilai, penyelesaian Jalan Layang Nurtanio juga menjadi momentum penting untuk memperlancar arus kendaraan menuju Bandara Husein, baik dari sisi barat maupun timur Kota Bandung.

Terkait keberadaan Bandara Kertajati, Farhan menyatakan, seluruh kebijakan tetap berada di tangan pemerintah pusat karena statusnya sebagai Proyek Strategis Nasional.

Ia menyebut pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan menentukan arah pengembangan Kertajati termasuk kemungkinan pengembangan sebagai pusat pemeliharaan dan overhaul pesawat.

Farhan juga mengungkapkan, proses kajian reaktivasi kini tengah disiapkan oleh Bappenas bersama pemerintah pusat. Pembahasan mencakup skema investasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kota.

"Mudah-mudahan tahun ini mulai dihitung oleh Bappenas. Termasuk nanti menentukan sumber pembiayaan dan porsi investasi masing-masing," katanya.

Ia menambahkan, karena anggaran tahun 2026 sebagian besar telah berjalan, bukan tidak mungkin proyek pengembangan Bandara Husein nantinya memanfaatkan skema pinjaman luar negeri yang pengelolaannya akan ditentukan pemerintah pusat.

"Kalau pakai pinjaman luar negeri, siapa yang berhak mengelola uangnya. Karena siapapun yang berhak menggunakan uangnya maka berkewajiban untuk mengembalikannya. Karena statusnya PLN atau pinjaman luar negeri," tuturnya di situs resmi Pemprov Jabar.

Sementara itu Bupati Sleman Harda Kiswaya merespons positif keinginan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan reaktivasi Bandara Adisutjipto. Menurutnya, keberadaan bandara akan memudahkan akses masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Kabupaten Sleman dan juga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Harda menilai bandara memiliki peran penting dalam menggerakkan berbagai sektor. Selain mempermudah konektivitas antardaerah, bandara juga dinilai mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

"Ya nek saya ya senang banget. Karena apa pun, dengan kita punya bandara akan sangat membantu pertumbuhan ekonomi. Pasti itu. Kemudahan pertumbuhan yang lain, sosial kemasyarakatan karena mendekatkan dengan daerah lain," ujar Harda saat ditemui di Seyegan, Sleman, Sabtu (30/5/2026), dilansir detikJogja.

Menurutnya, Bandara Adisutjipto sebenarnya hingga kini masih beroperasi meski penggunaannya terbatas untuk pesawat berukuran kecil hingga menengah. Penerbangan komersial dari dan ke Yogyakarta saat ini dilakukan di Yogyakarta International Airport (YIA).

Dia mengatakan optimalisasi kembali Adisutjipto untuk penerbangan komersial berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan ke Jogja.

"Yang jelas dengan adanya bandara nanti lebih dioptimalkan kan memicu orang untuk datang ke Jogja, karena jalurnya cepat. Kalau sudah mendekatkan, pasti orang akan mudah menjangkau itu," kata dia.

Harda menilai dampak positifnya tidak hanya dirasakan sektor pariwisata, tetapi juga pelaku UMKM dan kehidupan sosial masyarakat secara umum.

"Sehingga pertumbuhan UMKM, pertumbuhan sosial kemasyarakatan, dari sisi yang mana pun, dari sisi ilmu pengetahuan, dari kawruh hidup dan sebagainya, pasti akan didapatkan. Karena dinamika sosial betul-betul bisa terjalin dengan baik," dia menambahkan.




(ddn/ddn)
Travel Highlights
Kumpulan artikel pilihan oleh redaksi detikTravel
Prabowo Aktifkan Lagi 2 Bandara
Prabowo Aktifkan Lagi 2 Bandara
20 Konten
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan untuk membuka lagi penerbangan komersial di Bandara Husein Sastranegara Bandung dan Bandar Udara Adisutjipto Yogyakarta. Akankah penerbangan daerah kembali bergairah?
Artikel Selanjutnya
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads