Aduh, Bocah Jatuh ke Kandang Gajah Ragunan Diduga Kelalaian Orang Tua

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Aduh, Bocah Jatuh ke Kandang Gajah Ragunan Diduga Kelalaian Orang Tua

Taufiq Syarifudin - detikTravel
Selasa, 02 Jun 2026 12:15 WIB
Sejumlah pengunjung melihat Gajah di wisata Kebun Binatang Ragunan, Jakarta, Minggu (20/02/2022).
Ilustrasi TM Ragunan (Rengga Sancaya)
Jakarta -

Video seorang anak kecil terjatuh ke dalam parit pembatas kandang gajah di Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Pasar Minggu, Jakarta Selatan menjadi perhatian. Orang tua dinilai lalai.

Dalam video itu tampak anak tersebut berada di parit gajah. Dia panik dan meminta pertolongan.

Pengunjung lain di area pengunjung yang dibatasi pagar mencoba memanjat pagar untuk menolongnya. Akhirnya, anak itu berhasil diselamatkan oleh ayahnya dan sejumlah pengunjung lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan keterangan saksi sekaligus perekam video, insiden menegangkan tersebut terjadi pada Selasa (26/5/2026). Dalam video yang beredar luas pada akhir Mei 2026

Nilta, saksi mata sekaligus orang pertama yang mengunggah video tersebut ke media sosial, mengonfirmasi bahwa insiden itu langsung disadari oleh keluarga korban.

ADVERTISEMENT

"Kondisi anaknya tidak apa-apa, yang menolong itu bapaknya sendiri. Kejadiannya tidak lama, karena begitu terperosok langsung ketahuan dan langsung berusaha diangkat ke atas," ujar Nilta dalam video 20detik, Selasa (2/6).

Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, merespons video itu. Dia mengatakan tidak menerima laporan resmi secara langsung dari petugas lapangan saat peristiwa itu berlangsung, sehingga detail kronologi formal sempat tidak tercatat.

Setelah menganalisis rekaman video yang beredar, Bambang memastikan adanya pelanggaran prosedur keselamatan yang dilakukan oleh pengunjung di lokasi kejadian.

"Berdasarkan bukti visual yang ada, terlihat jelas bahwa pengunjung telah melanggar regulasi dengan melewati batas pagar pengaman yang telah disediakan di area kandang satwa," kata Bambang.

Manajemen Ragunan juga menyoroti indikasi terkait situasi membahayakan justru dimanfaatkan untuk dokumentasi demi popularitas di media sosial. Pihak pengelola melihat ada kejanggalan dari sikap tenang sang perekam video saat peristiwa berlangsung.

"Terdapat indikasi bahwa satwa maupun situasi tersebut dijadikan bahan candaan atau konten oleh pengunjung. Hal itu tercermin dari sikap yang bersangkutan yang tidak menunjukkan rasa panik sama sekali dan tetap fokus melakukan perekaman terhadap peristiwa berbahaya tersebut," kata Bambang.

Bambang mengatakan faktor utama penyebab insiden ini adalah longgarnya pengawasan orang tua saat mendampingi anak-anak mereka di area rekreasi.

Dia menegaskan bahwa manajemen TM Ragunan telah memasang infrastruktur pagar pembatas yang kokoh dan menyebarkan berbagai papan imbauan keselamatan di titik-titik strategis. Rangkaian fasilitas itu bertujuan mengingatkan masyarakat agar tidak melampaui zona aman demi keselamatan bersama, baik manusia maupun satwa koleksi.

Usai kejadian itu, otoritas TM Ragunan berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh serta memperketat pengawasan oleh petugas di lapangan guna mengantisipasi kejadian serupa kembali terulang di kemudian hari.




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads