Penampakan Macan yang Viral di Hutan Cangar Ternyata Direkam di Baluran

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Penampakan Macan yang Viral di Hutan Cangar Ternyata Direkam di Baluran

Eka Rimawati - detikTravel
Selasa, 02 Jun 2026 16:07 WIB
Penampakan macan tutul di hutan Cangar yang terekam kamera
Penampakan macan di hutan Cangar ternyata direkam di hutan Baluran (dok. Istimewa)
Banyuwangi -

Video macan yang dinarasikan muncul di hutan Cangar itu ternyata tidak benar. Penampakan macan itu direkam pengunjung di hutan Baluran.

Teka-teki penampakan seekor macan yang dinarasikan berada di wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Cangar, Malang yang sempat viral beberapa waktu yang lalu akhirnya terkuak.

Seorang fotografer alam liar profesional, Rendra Kurnia memastikan bahwa video itu tidak diambil di wilayah Tahura Cangar, melainkan di kawasan hutan Taman Nasional Baluran, Situbondo pada 2024 silam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang sebenarnya video itu tahun 2024 lalu di Baluran. Kebetulan saya di sebelah pengunjung yang bikin video ini," terang Rendra.

Rendra menceritakan pada 2024, dirinya tengah mengambil video untuk proyek pembuatan film yang telah ditayangkan di Austria pada awal bulan Mei. Rendra yang berprofesi sebagai fotografer spesialis satwa liar disewa untuk berburu gambar natural di hutan itu.

ADVERTISEMENT

Untuk mendapatkan foto dengan momen yang dramatis, Rendra telah berhari-hari menunggu di titik lokasi yang memang menjadi rute alami sang predator.

"Saat itu kebetulan saya pas mengambil gambar video leopard yang filmnya sudah tayang di Austria dan saya hadir langsung saat launching filmnya di Jerman beberapa pekan lalu," jelas Rendra.

Ketika macan itu muncul, ada sejumlah pengunjung hutan Baluran yang berada di lokasi itu dan panik. Saat itu Rendra tengah siaga membidik foto di tenda kamuflase yang ia tinggali sejak malam.

"Saya ada di bawah jembatan dengan tenda kamuflase, akhirnya guide yang bawa tamu-tamu itu saya marahi karena mereka ribut dan keluar dari mobil justru berbahaya. Bahkan ada yang melempar batu. Jika satwa liar merasa terancam, tentu naluri alaminya adalah memburu dan itu berbahaya, harusnya Guide paham," tegas Rendra.

Rendra berharap, saat berkunjung ke hutan masyarakat diharapkan membekali diri dengan pengetahuan dasar terkait perilaku di hutan dan saat berjumpa dengan satwa liar. Tidak lantas demi validasi membahayakan diri dengan mengutamakan mengambil vidio tapi mengabaikan faktor keamanan.

Sebelumnya, Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tahura Raden Soerjo, Ajat Sudrajat menyebut beredarnya video macan tersebut hanya kebohongan para pembuat konten yang ingin viral.

"Kami belum ada info (soal unggahan tersebut) dan belum terverifikasi kebenarannya. Sebab, sekarang banyak sekali info-info yang ingin viral dari semua pembuat konten," kata Ajat.

Ajat menegaskan hingga saat ini petugas Tahura Raden Soerjo juga belum pernah menemui macan tersebut di hutan Cangar.

"Kami belum pernah menemukan," pungkas Ajat.

Beberapa waktu lalu, video berdurasi singkat yang diunggah akun tiktok @Wong Mojokerto memperlihatkan seekor satwa yang nampak seperti macan jadi viral di media sosial. Ia menyebut macan itu terlihat di area hutan Cangar yang masuk dalam wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo.

"Lo iki lo, jare alas cangar gak onok macan e. Iki macan ta koceng," kata si perekam video.

Netizen banyak yang memperdebatkan apakah hewan yang terekam video tersebut benar macan atau bukan. Ada juga yang menyebut lokasi video itu bukan berada di wilayah hutan Cangar.

"Itu sejenis macan akar, harimau Jawa udah punah menurut data," tulis akun @Con** di kolom komentar.


--------

Artikel ini telah naik di detikJatim, bisa dibaca selengkapnya di sini dan di sini.




(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads