Banyak traveler datang ke Vietnam untuk menyicipi es kopi susu atau kopi tetes (drip coffee) yang sangat terkenal. Ternyata, kopi pertama dikenalkan pada 1857.
Kopi merupakan bagian penting dari perjalanan Vietnam. Kopi susu yang terbuat dari biji robusta yang memiliki rasa pahit unik yang dapat memikat siapapun yang mencobanya.
Kopi arabika diperkenalkan ke Vietnam utara pada tahun 1857 oleh seorang pastor Katolik Perancis, dengan harapan mendirikan usaha kecil-kecilan bagi petani setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, pada masa kolonial Prancis, mereka mulai membudidayakan kopi di perkebunan, sebagian besar di Provinsi Ninh Bình dan Quảng Bình.
Iklim tropis dan tanah yang subur sangat ideal untuk produksi kopi di Vietnam. Selama beberapa dekade berikutnya, perkebunan kopi mulai tumbuh di wilayah dataran tinggi.
Pada tahun 1950, pabrik pengolahan kopi komersial pertama Vietnam dibangun, memicu harapan akan industri baru yang akan menempatkan Vietnam di peta dunia.
Industri ini semakin berkembang ketika reformasi ekonomi Doi Moi diperkenalkan pada tahun 1987, setelah perang 20 tahun. Vietnam menandatangani perjanjian dengan negara-negara dekat dan jauh, membuka negara Asia Tenggara ini untuk perdagangan.
Pada tahun 1990-an, pemerintah Vietnam fokus pada budidaya kopi robusta yang mudah dirawat dan produktivitas tinggi, bahkan belajar teknik budidaya ke Lampung. Saat ini, Vietnam menjadi pengekspor kopi robusta terbesar kedua di dunia, mengungguli Indonesia.
Secara historis, biji kopi di roasting dalam minyak mentega seperti karamel (campuran gula, vanili, dan kakao) untuk memberikan lapisan manis dan rasa yang unik. Di Vietnam kontemporer, penggunaan minyak mentega dalam roasting semakin populer untuk membantu biji kopi dipanggang secara lebih merata.
Robusta masuk ke Vietnam pada 1908, sampai ke dataran tinggi tengah negara itu, di mana iklim dan tanah di wilayah tersebut menyediakan kondisi optimal untuk budidaya kopi. Selama beberapa dekade berikutnya, industri ini berkembang pesat seiring dengan munculnya perkebunan kopi robusta di seluruh Provinsi Dak Lak dan sekitarnya.
Robusta mencakup 97% dari seluruh biji kopi yang diproduksi di Vietnam dan digunakan dalam kopi tetes (Vietnam drip coffee) yang terkenal di negara tersebut.
Tidak hanya memiliki rasa yang lebih kuat, tetapi kandungan kafein robusta juga hampir dua kali lipat dibandingkan arabica. Oleh karena itu, kopi tetes Vietnam terkenal karena memberikan sensasi 'kuat' pada robusta.
Kopi tetes dibuat dengan alat seduh kopi Vietnam, yang dikenal secara lokal sebagai phin. Bubuk kopi ditempatkan di dalam phin, yang diletakkan di atas gelas minum.
Air panas dituangkan ke atas bubuk kopi, yang kemudian menyerap sari biji kopi saat menetes perlahan ke dalam gelas selama beberapa menit. Selain kopi tetes tradisional, ada beberapa varietas lain termasuk kopi kelapa, kopi musang, dan kopi telur.
-------
Artikel ini ditulis oleh Hari Suroto. Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara.
(wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
'Dulu Ramai Sekali, Sekarang Sepi Seperti Kota Mati'
Setuju atau Tidak Bandara Husein & Adisutjipto Dibuka Lagi?
Ribuan Vila Terancam Delisting, Pemerintah Tegaskan Bukan Mempersulit Usaha