Bikin Konten Tiktok Promosi Vulgar, Hotel di Mataram Tuai Sorotan Tajam

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Bikin Konten Tiktok Promosi Vulgar, Hotel di Mataram Tuai Sorotan Tajam

Nathea Citra - detikTravel
Kamis, 04 Jun 2026 15:10 WIB
Suasana Solas Hotel Lombok, salah satu hotel yang kedapatan membuat video promosi berbau vulgar di media sosial, Rabu (3/6/2026).
Salah satu hotel melati di Mataram (Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Sejumlah hotel melati di Kota Mataram mendadak viral di media sosial. Mereka membuat konten video promosi yang dinilai vulgar. Konten itu pun menuai sorotan tajam.

Alih-alih menarik perhatian wisatawan, konten promosi itu malah dinilai vulgar dan memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Dari penelusuran di media sosial TikTok, sejumlah hotel melati memasarkan kamar mereka lewat video dengan narasi yang dinilai tidak pantas secara norma dan etika.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu video promosi itu berbunyi 'Yang mau gaya bebas, check-in nya juga harus bebas, nih mimin kasih hotel bebas Lombok. Di sini bebas mau gaya bebas apa saja, nggak perlu takut razia, nggak perlu deg-degan, karena di sini privasi dan keamanan nomor 1. Masuk tenang, keluar juga senyum-senyum'.

Tak hanya itu, hotel melati lain di Jalan Pejanggik, Mataram juga menggunakan narasi serupa. Dalam video promosinya, mereka bilang, 'Daripada bekarongan (aktivitas seksual/bersetubuh) di semak-semak, mending di sini saja, di semak-semak nanti digrebek, di sini nyaman damai sentosa. Nggak takut digerebek, bikin enak seharian, cuma Rp 170 ribu saja'.

ADVERTISEMENT

Menanggapi konten viral tersebut, Kasatpol PP Mataram, Irwan Rahadi memastikan pihaknya langsung melakukan sweeping ke sejumlah hotel melati di video tersebut.

"Dari regulasi, marketing seperti ini kami anggap tidak etik, artinya memancing kegaduhan di masyarakat. Jangan sampai pola-pola marketing yang over dan terkesan etika ini memunculkan kekisruhan di masyarakat," kata Irwan saat dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026).

Ia menyebut pihaknya juga menerima laporan masyarakat terkait kegaduhan yang ditimbulkan akibat video tidak pantas tersebut.

"Kami sudah memerintahkan dan melakukan sweeping serta mendatangi manajemen hotel. Berdasarkan regulasi Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2015 tentang Trantibum, (kasus ini) memunculkan kegaduhan akibat postingan itu. Kami tidak bicara pidana, tetapi akibat postingan itu menurut kami (video itu) tidak sesuai dengan etika dan norma-norma hidup masyarakat kota. Yang mana kita ini beretika beradab," ungkapnya.

Irwan menegaskan pihak hotel telah diminta menurunkan seluruh konten tersebut dan sudah mematuhinya.

"Kami sudah mendatangi manajemen hotel, kami minta mereka men-take down dan sudah mereka lakukan. Yang bersangkutan juga sudah minta maaf kepada Pemkot Mataram dan bersedia melakukan take down dan berjanji untuk tidak mengulangi," sambungnya.

Ia juga memberi peringatan tegas jika kejadian serupa terulang kembali di masa depan. "Kalau dia masih melakukan seperti itu, kita siap melakukan penutupan," jelasnya.

Promosi Tidak Dilarang, Asal....

Meski begitu, Irwan menegaskan pemerintah tidak melarang promosi usaha hotel, selama dilakukan dengan etika.

"Dilakukan dengan cara beretika, jangan hanya mengejar popularitas, atau hanya ingin viral dan menjadi sorotan publik, sehingga menarik perhatian masyarakat. Saya pikir itu cara-cara yang tidak pas," pungkasnya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram, Cahya Samudra juga menegaskan hal serupa. Menurutnya, pelaku usaha tetap diperbolehkan berpromosi, namun wajib menjaga norma dan etika publik.

"Pemerintah tidak melarang (pelaku hotel) untuk berusaha maupun melakukan media promosi. Tetapi tentu di area publik harus bisa memilah mana konten-konten yang sesuai dengan norma-norma kepatuhan," kata Cahya.

Ia memastikan pihaknya sudah meminta manajemen hotel untuk segera menurunkan konten tersebut.

"Kita bertemu dengan pengelolanya, (dan) menyampaikan kepada ownernya untuk men take down konten-konten yang tidak sesuai norma. Banyak sekali kita lihat kontennya, puluhan bahkan. Itu harus di take down," tegasnya.

Perwakilan Hotel Buka Suara

Salah satu perwakilan hotel di Jalan Pejanggik, Solas Hotel Lombok, memastikan telah menarik seluruh konten promosi yang dinilai vulgar dari berbagai platform media sosial setelah adanya teguran dari Pemerintah Kota Mataram.

"Tadi Pak Kadispar sudah menegur, bahwa (konten) ini kata-katanya tidak bagus. (Sehingga) takut menimbulkan kegaduhan," kata Staf Solas Hotel Lombok, Dika, Rabu (3/6/2026).

Ia juga menyebut pihak hotel telah memberikan klarifikasi kepada Pemkot Mataram. "Kita sudah klarifikasi, dan videonya sudah kita take down juga," tegasnya.

Dika mengatakan konten tersebut dibuat semata untuk kebutuhan promosi semata.

"Iya, untuk menarik saja. Nggak ada maksud lain," pungkasnya.


--------

Artikel ini telah naik di detikBali.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Staycation Nyaman di Trans Luxury Hotel Surabaya-Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads