Ribut-ribut antara selebgram Gebby Vesta dan teman bulenya dengan sopir taksi di Bali yang diduga memeras mereka akhirnya berakhir secara damai.
Sopir taksi berinisial INBU itu meminta maaf langsung kepada Gebby Vesta dalam mediasi yang diinisiasi kepolisian. Sopir taksi yang dinarasikan memeras Gebby dan seorang bule teman prianya itu juga berjanji tidak mengulangi perbuatan yang menimbulkan ketidaknyamanan itu.
Kronologi Kejadian
Polisi membeberkan kronologi dugaan intimidasi dan pemerasan sopir taksi terhadap selebgram Gebby Vesta dan teman prianya yang warga asing di Bali. Kasus ini diselidiki oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Kuta Utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolsek Kuta Utara Kompol I Ketut Sukadana, mengatakan keributan itu terjadi di depan minimarket Circle K, Jalan Semat, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Minggu (31/5) sekitar pukul 03.30 Wita.
Cekcok bermula saat sopir taksi inisial INBU (36) mengangkut Gebby Vesta bersama rekannya, AW, dari tempat hiburan Miss Fish menuju vila di Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung. Mereka bersepakat dengan tarif awal Rp 300 ribu.
"Awalnya mereka sepakat ongkosnya Rp 300 ribu dari Miss Fish menuju Pererenan. Nah, di tengah jalan, penumpang asing ini mengaku tidak pegang uang cash sehingga mintalah diantarkan ke mesin ATM terdekat," ujar Sukadana.
INBU kemudian mengikuti AW masuk ke dalam ruang anjungan tunai mandiri (ATM) di kawasan Berawa Kitchen untuk memastikan penarikan uang. Tak berselang lama setelah melanjutkan perjalanan sekitar 100 meter, si pria WNA itu meminta mobil berbalik arah karena menduga kartu ATM miliknya tertinggal di lokasi sebelumnya.
"Sopir ini ikut membuntuti ke dalam bilik ATM sehingga membuat penumpang perempuan (Gebby) merasa nggak nyaman dan curiga dengan gerak-gerik sopir. Suasana makin tegang sewaktu mereka harus balik lagi karena si pria mengira kartu transaksinya ketinggalan," jelas mantan Kapolsek Melaya, Jembrana, tersebut.
Lantaran rute perjalanan menjadi bolak-balik, INBU berinisiatif meminta biaya tambahan kepada penumpangnya di dalam mobil.
"Karena kendaraannya terus berputar-putar di rute yang sama, pengemudi meminta tambahan uang jasa kepada penumpangnya. Hal itulah yang memicu kesalahpahaman karena pihak perempuan merasa sopir ini sudah keterlaluan dan berniat memeras mereka," imbuh Sukadana.
Perselisihan mencapai puncaknya sewaktu rombongan singgah di gerai Circle K, Jalan Semat Tibubeneng karena AW bisa beli minuman ringan. Tindakan INBU yang ikut masuk ke dalam toko modern untuk memastikan kepastian tarif tambahan justru memicu adu argumentasi sengit dengan Gebby Vesta seperti viral di medsos.
"Keterangannya, dia (sopir) mau menegaskan lagi soal kesepakatan ongkos tambahan yang diminta sebelumnya. Masalah itu direspons, berdebat, yang mengira ada unsur paksaan di sana," urai Sukadana.
Gebby Vesta langsung menilai permintaan tersebut sebagai bentuk pemerasan meskipun rekan asingnya terlihat tidak keberatan dengan ongkos ekstra itu.
"Pas masuk mobil bulenya bilang ke aku, 'Kenapa dia selalu mengikutiku? Dan dia selalu membicarakan tentang uang lebih. Kartuku hilang dan aku butuh uang tunai, bisakah aku transfer ke kamu dan kamu yang ambil uangnya?'" tutur Gebby menirukan ucapan rekannya yang panik karena kartu ATM-nya tertinggal lalu raib.
Mendengar rencana transfer itu, si sopir langsung meminta uang tambahan sebesar Rp 200 ribu lagi yang memicu teguran keras dari Gebby. Sopir angkutan bertuliskan Taxi yang tidak terima ditegur mulai melontarkan kata-kata kasar hingga memaksa Gebby dan rekannya turun.
"Aku bilang, 'Bli, kamu kan sudah dikasih Rp 300 ribu cuma dekat, sudah syukur lho'. Terus dia bilang, 'Kok mbak yang ngatur, kan bukan duit mbak, bulenya aja oke kok'. Aku bilang ke dia, 'Kalau oke, enggak mungkin dia risih sama kamu'," jelas model sekaligus DJ itu.
Polisi Selidiki, Unsur Pemerasan Belum Terpenuhi
Usai video Gebby Vesta viral di media sosial, Tim Unit Reserse Kriminal Polsek Kuta Utara langsung mendalami kejadian tersebut dan mendatangi kediaman pengemudi taksi di kawasan Desa Dalung, Badung untuk meminta klarifikasi dari yang bersangkutan.
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menyebut keributan itu murni karena salah paham soal tarif tambahan dan belum menemukan bukti kuat adanya pemerasan. Tuduhan pemerasan dinilai belum terbukti, karena sopir taksi meminta ongkos ekstra atas dasar rute perjalanan yang berubah bolak-balik akibat kartu ATM penumpang yang tertinggal.
Indikasi pemerasan juga tidak terpenuhi, karena sang bule selaku penumpang tidak masalah dengan ongkos ekstra dan akhirnya tetap membayar sesuai tarif yang disepakati di awal yaitu sebesar Rp 300 ribu.
"WNA itu menyuruh sopir pergi setelah cuma bayar Rp 300 ribu. Kami belum melihat adanya indikasi kuat unsur pidana pemerasan, namun klarifikasi menyeluruh tetap berjalan," jelas Sukadana.
Sopir Taksi Meminta Maaf ke Gebby Vesta
Perselisihan antara selebgram Gebby Vesta dengan seorang sopir taksi berinisial INBU di Bali akhirnya berujung damai melalui proses mediasi. INBU meminta maaf langsung kepada Gebby Vesta atas tindakan intimidasi dan dugaan pemerasan terhadap Gebby bersama rekan warga negara asingnya (WNA).
"Malam hari ini saya meminta maaf kepada mbaknya, penumpang saya, dan juga kepada masyarakat semua atas kesalahpahaman saya. Untuk ke depannya, saya akan menjadi lebih baik untuk penumpang selanjutnya," ujar INBU saat memberikan pernyataan dalam video yang beredar di media sosial, Rabu (3/6).
INBU juga berharap agar seluruh masyarakat mau membukakan pintu maaf atas kegaduhan yang telah ia perbuat. Pria yang tinggal di Dalung, Kuta Utara, tersebut tampak menyesali perbuatannya di depan para petugas.
"Dan mbaknya harap bisa memaafkan, dan juga masyarakat semua bisa memaafkan apa yang saya lakukan," tutur INBU seraya menjabat tangan korban.
Sementara itu, Gebby Vesta yang hadir langsung dalam mediasi menyatakan telah menerima permintaan maaf INBU. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang telah bergerak cepat memfasilitasi pertemuan malam itu.
"Terima kasih, saya sebagai penumpang dari dalam video tersebut, saya memaafkan. Dan terima kasih juga untuk kepolisian Bali, Polsek Kuta Utara, dan juga staf dari Miss Fish untuk memfasilitasi mediasi pada malam hari ini," kata Gebby Vesta saat menanggapi permohonan maaf pelaku.
Gebby juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan serta kenyamanan iklim pariwisata di Pulau Dewata. Menurutnya, hal ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga negara Indonesia (WNI) agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
"Kita harap kita bersama bisa menjaga Bali lebih aman, lebih tenteram, bukan hanya warga Bali tapi ini sudah tugas untuk kita sebagai warga Indonesia untuk menjaga Bali lebih kondusif. Agar tidak terjadi atau terulang lagi hal-hal seperti yang terjadi sebelumnya, supaya tidak viral lagi karena agar tidak membuat imej buruk di mata masyarakat atau di mata dunia," pungkas Gebby.
--------
Artikel ini telah naik di detikBali, bisa dibaca selengkapnya di sini dan di sini.
Simak Video "Video Fuji Geram Uang Hasil Kerja Kerasnya Dipakai Eks Admin Beli Mobil"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
Kalau Budget Bukan Jadi Masalah, Mau Liburan ke Mana?
Hotel-hotel Mewah Dubai Meratap, Jual Kemewahan dengan Diskon 50%
Presiden Jerman Mau ke RI, Bertemu Prabowo dan Susuri Terowongan Silaturahmi