Kementerian Kehutanan meluncurkan platform 'Ayo ke Taman Nasional' sebagai bagian dari transformasi digital pengelolaan taman nasional dan taman wisata alam di Indonesia.
Peluncuran aplikasi tersebut dilakukan bersamaan dengan pembukaan Indofest 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Kamis (4/6/2026).
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, mengatakan digitalisasi menjadi salah satu persoalan yang ditemuinya saat mulai menjabat sekitar satu setengah tahun lalu. Saat itu, sistem penjualan tiket di taman nasional masih dilakukan secara manual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satu yang jadi masalah utama dalam pengelolaan taman nasional kita yaitu proses digitalisasi, bukan bermaksud membuka rahasia dapur. Tapi satu setengah tahun yang lalu saya masuk Kementerian Kehutanan sistem ticketing-nya juga masih sistem sobek, saya merasa bahwa ini pertama tidak efektif, tidak efisien, sekaligus tidak transparan dan tidak akuntabel," kata Raja Juli.
Karena itu, Kementerian Kehutanan mempercepat penerapan sistem tiket elektronik. Raja Juli menyebut saat ini sudah sekitar 93% taman nasional telah menggunakan e-ticketing.
"Maka itu saya paksakan kita harus berubah melakukan transformasi digital sehingga sekarang sudah sekitar 93 persen kita sudah melakukan e-ticketing di semua taman nasional kita," ujarnya.
Platform 'Ayo ke Taman Nasional' yang diluncurkan Kementerian Kehutanan. (Tangkapan layar) |
Menurut Raja Juli, digitalisasi juga dilakukan untuk menjawab keluhan wisatawan yang selama ini harus menggunakan sistem tiket dan pembayaran yang berbeda-beda di setiap destinasi. Untuk itu, Kementerian Kehutanan menghadirkan aplikasi 'Ayo ke Taman Nasional' yang mengintegrasikan berbagai layanan taman nasional dalam satu platform.
"Hari ini saya dengan senang hati akan me-launching sebuah aplikasi yang kita kasih nama 'Ayo ke Taman Nasional'. Sebuah aplikasi sekali lagi yang kita harapkan dapat menjadi sebuah platform di mana teman-teman dapat melakukan pembelian tiket, mencari informasi, dengan cara yang lebih cepat dan lebih sederhana," jelasnya.
Ia mencontohkan sebelumnya wisatawan harus mengakses aplikasi yang berbeda saat ingin berkunjung ke Taman Nasional Komodo, Gunung Rinjani, atau Gunung Gede Pangrango. Melalui platform baru ini, layanan tersebut mulai disatukan agar lebih mudah diakses.
"Nah sekarang saya mencoba melakukan sekali lagi transformasi digital di kementerian sehingga nanti memiliki satu experience yang sangat baik. Saya berharap dapat feedback dari bapak ibu sekalian sebagai user terhadap aplikasi yang kita launching ini," ungkap Raja Juli.
"Kita akan terus improve, kita akan integrasikan dengan jasa keuangan," imbuhnya.
(upd/wsw)













































Komentar Terbanyak
Kalau Budget Bukan Jadi Masalah, Mau Liburan ke Mana?
Hotel-hotel Mewah Dubai Meratap, Jual Kemewahan dengan Diskon 50%
Presiden Jerman Mau ke RI, Bertemu Prabowo dan Susuri Terowongan Silaturahmi