Piala Dunia 2026 diperkirakan akan memberikan tambahan pemasukan bagi sektor pariwisata Kanada. Namun, dampaknya terhadap ekonomi nasional dinilai tidak akan berlangsung lama dan cenderung terbatas.
Dalam laporan terbaru BMO Economics, ajang sepakbola terbesar di dunia itu diperkirakan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kunjungan wisatawan, aktivitas perhotelan, serta belanja di sektor makanan dan minuman.
Kepala Ekonom BMO, Doug Porter, mengatakan penyelenggaraan acara berskala besar seperti piala dunia memang membawa dampak ekonomi yang nyata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Intinya, ada dampak ekonomi nyata dari penyelenggaraan ajang olahraga besar atau acara hiburan berskala besar seperti ini," kata Porter dikutip dari Global News, Jumat (5/6/2026).
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa efek tersebut hanya bersifat sementara. "Tetapi saya rasa kita tidak boleh beranggapan bahwa dampaknya lebih dari sekadar lonjakan jangka pendek akibat peningkatan belanja dan biasanya efeknya relatif kecil," lanjutnya.
BMO memperkirakan sektor pariwisata dapat menghasilkan tambahan pemasukan antara USD 1 miliar (Rp 17,98 triliun) hingga USD 5 miliar (Rp 89,90 triliun) selama turnamen berlangsung. Sementara belanja masyarakat domestik diperkirakan bertambah sekitar USD 500 juta (Rp 8,99 triliun) hingga USD 1,5 miliar (Rp 26,97 triliun).
Tambahan aktivitas ekonomi itu diperkirakan mendongkrak produk domestik bruto (PDB) Kanada sekitar 0,1 poin persentase secara tahunan pada kuartal kedua dan ketiga 2026. Dampak terbesar diperkirakan dirasakan Ontario dan British Columbia yang menjadi tuan rumah pertandingan.
Porter menilai tambahan pertumbuhan tersebut akan sangat berarti bagi Kanada yang sedang menghadapi perlambatan ekonomi.
"Bahkan pertumbuhan yang moderat pun harus dianggap sebagai sebuah keberhasilan,"ujarnya.
Laporan itu juga menyebut Amerika Serikat akan menjadi negara yang paling banyak memperoleh manfaat ekonomi dari belanja wisatawan selama piala dunia. Namun Kanada dan Meksiko tetap diperkirakan meraup keuntungan dari meningkatnya aktivitas wisata, termasuk di restoran dan bar.
Kendati begitu, BMO mengingatkan bahwa manfaat ekonomi bersih terutama berasal dari pengeluaran wisatawan internasional.
"Namun, hanya pengeluaran wisatawan mancanegara yang dapat dianggap sebagai manfaat bersih karena masyarakat lokal pada dasarnya hanya mengalihkan pengeluaran yang sebelumnya akan digunakan untuk aktivitas lain atau pada waktu yang berbeda," tulis laporan tersebut.
Sebelumnya, FIFA memperkirakan Piala Dunia 2026 dapat menghasilkan aktivitas ekonomi hingga USD 940 juta (Rp 16,90 triliun) di kawasan Greater Toronto Area. Sementara Pemerintah British Columbia memperkirakan turnamen itu akan mendatangkan lebih dari USD 1 miliar dari sektor pariwisata dalam lima tahun setelah ajang tersebut berlangsung.
Di sisi lain, biaya penyelenggaraan yang harus ditanggung Kanada diperkirakan mencapai lebih dari USD 1 miliar. Pengawas anggaran federal Kanada menyebut total anggaran penyelenggaraan mencapai USD 1,07 miliar (Rp 19,24 triliun) untuk 13 pertandingan yang akan digelar di Toronto dan Vancouver atau rata-rata sekitar USD 82 juta (Rp 1,47 triliun) per laga.











































Komentar Terbanyak
Femas, Pemuda Madiun yang Kabur dari Tur di Korea Terdeteksi di Masjid
Viral di Medsos, Peserta Tur Asal Madiun Diduga Kabur Saat Liburan ke Korea Selatan
Naik Tiga Tingkat! Indonesia Kini di Posisi ke-2 Destinasi Ramah Muslim